::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muslimat NU Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Pandeglang

Rabu, 15 November 2017 16:01 Nasional

Bagikan

Muslimat NU Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Pandeglang
Pandeglang, NU Online 
Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di gedung MUI Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (13/11). Kegiatan itu dihadiri pimpinan pondok dan santri serta pimpinan majelis taklim dengan jamaahnya. Jumlah keseluruhan peserta adalah 250 orang.

Menurut Ketua Tim Germas PP Muslimat NU Erna Yuliana Sofihara, pemilihan pondok pesantren dan majelis taklim sebagai peserta karena basis anggota Muslimat NU ada di simpul simpul tersebut.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan rencana tindak lanjut (RTL) yang sudah dicanangkan di acara sebelumnya, yaitu orientasi Germas yang berlangsung di Serang.

Menurut Erna, kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan pondok pesantren dan majelis taklim Muslimat Nadlatul Ulama tentang hidup sehat. Kemudian mereka diharapkan dapat menggerakan masyarakat, khususnya masyarakat binaanya untuk berperilaku hidup sehat.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia dihadapkan pada masalah kesehatan dengan masih tingginya penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernapasan atas, tuberkulosis, diare dan lainnya. Adanya peningkatan penyakit tidak menular itu seharusnya sudah teratasi. 

“Pada era sekitar tahun 1990, penyebab penyakit dan kematian terbesar adalah penyakit menular dan sejak tahun 2010 penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kencing manis,” jelasnya. 

Lebih lanjut, menurut dia, penyakit tidak menular saat ini dapat menyerang bukan hanya usia lanjut tetapi telah bergeser ke usia muda, dari semua kalangan ekonomi mampu dan tidak mampu dan tinggal di kota maupun di desa. 

Penyebabnya, erat kaitannya dengan pola hidupp masyarakat yang tidak sehat seperti kurang beraktivitas fisik, perubahan pola makan masyarakat yang cenderung untuk makan makanan olahan, siap saji, tinggi gula, garam dan lemak dan kurang makanan yang berserat seperti buah dan sayur menyebabkan gangguan pencernaan, dan juga kebiasaan merokok yang dapat menyebabkan bermacam macam penyakit diantaranya kanker paru-paru, kanker mulut serta kebiasaan buang air besar sembarangan. 

Karena itu, Muslimat memandang perlunya upaya nyata dari seluruh komponen bangsa dan peran aktif organisasi masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah kesehatan karena masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan. 

“Atas kondisi inilah telah diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat disingkat Germas,” jelasnya. 

Muslimat NU sebagai penggerak masyarakat, lanjut Erna, mempunyai kapasitas untuk menggerakkan masyarakat agar meningkatkan peran aktifnya dalam peningkatan perilaku hidup sehat. Keberhasilan Muslimat NU dalam meningkatkan peran sertanya, dapat ditandai dengan adanya kader-kader kesehatan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan perilaku sehat individu, keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga sehat baik kuantitas maupun kualitas yang berdampak pada penurunan angka kesakitan dan kematian.

“Sebagai salah satu organisasi masyarakat yang mempunyai visi dan misi membangun dan memberdayakan perempuan Indonesia seutuhnya, Muslimat NU telah ikut serta mendukung program Germas sejak tahun lalu,” pungkasnya. 

Kegiatan itu dibuka Bupati Pandeglang Irma Nurulita. Ia mengapresiasi Muslimat NU yang menjadikan Pandeglang sebagai mobilisasi Germas. 

Kemudian peserta diajak senam bersama dan cek kesehatan sebagai salah satu pola hidup sehat. Lalu para peserta mendapatkan makanan ringan serta buah dan sayur. (A-Zhoem/Abdullah Alawi)