::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gelar Diskusi Publik, Lakpesdam Angkat NU dan Kedaulatan Digital Indonesia

Rabu, 15 November 2017 15:15 Nasional

Bagikan

Gelar Diskusi Publik, Lakpesdam Angkat NU dan Kedaulatan Digital Indonesia
Jakarta, NU Online 
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menggelar diskusi publik di lantai lima, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Pada diskusi kali ini, Lakpesdam mengangkat tema NU dan Kedaulatan Digital Indonesia dengan menghadirkan empat pembicara. 

Adapun nama-nama pembicara tersebut, ialah Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasr PBNU (LTN PBNU) Hari Usmayadi, Pakar Informasi Teknologi Didik Soenardi, dan Sekretaris Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (Wantiknas) M. Andi Zaky. 

Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad menjelaskan tentang pentingnya mengangkat tema ini. Menurutnya, karena selama ini NU hanya menjadi penonton daripada pemain dalam dunia digital, sementara secara kuantitas,  warga NU mempunyai jumlah yang banyak tapi hanya menjadi pasar atau konsumen. 

Walaupun begitu, ia mengakui bahwa dalam tubuh NU, ada yang mulai beradaptasi dengan dunia digital seperti NU Online, atau Lembaga Ta'lif wan Nasr PBNU (LTN PBNU). 

Selain itu, NU sebagai kelompok masyarakat yang ikut mendirikan negara ini juga bertanggung jawab dalam menjaga Kedaulatan Indonesia. 

Dalam konteks serbuan teknologi yang sangat gencar, ia mempertanyakan tentang dampak ke depan dari teknologi. 

"Saya ingin dan saya kira hal yang paling dipikirkan ke depan adalah apa implikasi terhadap NU," katanya. 

Ia berharap, diskusi dengan mengangkat tema ini mendapatkan inside untuk kebaikan NU dan bangsa Indonesia. (Husni Sahal/Fathoni)