::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Keterbatasan Bukan Halangan, Siswa Penyandang Disabilitas Ini Raih Perunggu di Ajang Paralympic Nasional VIII

Sabtu, 18 November 2017 00:02 Nasional

Bagikan

Keterbatasan Bukan Halangan, Siswa Penyandang Disabilitas Ini Raih Perunggu di Ajang Paralympic Nasional VIII
Brebes, NU Online
Siswa Madrasah Aliyah (MA) Negeri Brebes 01 Moh Kholik Subechi berhasil meraih perunggu pada ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII 2017. Kholik merupakan satu-satunya siswa penyandang disabilitas Brebes yang mewakili Provinsi Jawa Tengah.

Kompetisi olahraga pelajar difabel telah berlangsung 7-14 November 2017. Kemenangan Kholik mampu menyumbangkan Kontingen Jawa Tengah sebagai juara umum Peparpenas dengan mendulang 18 emas, 7 perak dan 11 perunggu.

Alhamdulillah, saya bisa menyumbangkan medali meski baru perunggu,” tutur Kholik saat dihubungi penulis di loby Madrasah, Jumat (17/11).

Siswa Kelas 10 MIA 2 MAN Brebes 01 ini harus mengakui keunggulan atlet dari Jatim yang meraih emas dan Provinsi Riau yang meraih perunggu.

Lelaki kelahiran Brebes 11 Februari 2001 ini meraih medali perunggu untuk cabang olahraga Tenis Meja Tunggal Putra setelah melampoi tahapan penyisihan hingga final  di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. “Untuk Tenis Meja, hanya 30 kontingen provinsi saja yang mengikuti,” tutur penggemar bakso ini.

Kholik mengaku menyukai olahraga tenis meja ketika menginjak kelas 8 di SMP 1 Tanjung. Awalnya minder karena memiliki keterbatasan pada kedua kakinya. Namun dengan semangat yang membaja ia terus berlatih empat kali dalam seminggu akhirnya mahir bermain tenis meja. “Dalam seminggu, saya minimal berlatih 4 kali,” tutur anak pasangan Tarmudi dan Rukayah.

Anak ke-4 dari 5 bersaudara ini berlatih di rumahnya Jalan H Toyib 3 Cimohong Utara, Tanjung dan juga di SMP 1 Tanjung dan MA N Brebes 01. “Saya berterima kasih kepada pembimbing Pak Syaeful Juri selaku guru olahraga dan Pak Sodikin Waka Kesiswaan MAN Brebes,” ucapnya.

Dengan motto hidup ‘Jangan Pernah Menyerah’, ia bertekad meraih cita-citanya menjadi menteri meski memiliki kekurangan kaki bawaan sejak lahir.

Selain menjadi atlet tenis meja, pemilik berat badan 51 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter ini juga menggemari olahraga voli dan basket.

Anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ranting Cimohong ini juga memiliki suara yang merdu dan fasih membaca Al-Quran. Terbukti menjadi juara 3 MTQ Pelajar cabang tartil tingkat Kabupaten Brebes 2015. Berikutnya, ia memperbaiki peringkat sebagai juara 1 pada MTQ Mapsi 2016 dan juara 1 MTQ Pelajar 2016 cabang tartil. Madrasah Diniyah Wustho Raudlatut Tholibin Cimohong adalah tempat ia menempa ilmu agama sehingga mahir membaca tartil Al-Quran. (Wasdiun/Alhafiz K)