::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Suami Hampir Kiai, Istri Hampir Nyai

Rabu, 22 November 2017 22:01 Humor

Bagikan

Suami Hampir Kiai, Istri Hampir Nyai
Ketua Panitia Daerah Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes)  H Lalu Winengan, selepas wawancara dengan awak media terkait persiapan panitia, mengatakan bahwa namanya tidak perlu diawali dengan KH atau Kiai Haji karena dia memang bukan kiai.

“Saya bukan Kiai Haji, tapi Kalau dibalik boleh, HK,” katanya di kompleks pendidikan NU NTB, Jalan Pendidikan, kota Mataram, Senin (21/11).

Salah seorang wartawan tergoda menanyakan tentang HK singkatan dari apa.

“Hampir Kiai,” kata Lalu sambil tersenyum.

Ia menceritakan, dirinya adalah putra dari Kepala Satuan Koordinator Wilayah Banser pertama NTB, H. Lalu Muhammad Yunus.  Karena itulah ayahnya sangat dekat dengan kiai-kiai NU di NTB. Kedekatan itu menular kepada anaknya, Lalu Winengan itu.

Bagaimana tidak, ia sejak muda sudah mengenal watak, cara berpikir kiai-kiai sehingga gelar HK, menurutnya, cocok disandangnya.

Saat ini, Lalu Winengan adalah Sekretaris PWNU NTB, Penasihat GP Ansor dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mataram.

“Jika suaminya, hampir kiai, lalu bagaimana dengan istrinya?” tanya wartawan itu lagi.

Lalu sepertinya tidak menduga atas pertanyaan itu. Ia diam beberapa saat.

“Istrinya berarti HN, Hampir Nyai,” ungkap wartawan lagi.

“Ha..ha..ha.., iya, iya, boleh,” kata Lalu. (Abdullah Alawi)