::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Amanat TGH Shaleh Hambali untuk Santrinya

Rabu, 22 November 2017 13:01 Hikmah

Bagikan

Amanat TGH Shaleh Hambali untuk Santrinya
TGH Shaleh Hambali
Sebagaimana umummnya kiai, Rais Syuriyah PWNU NTB pertama TGH Shaleh Hambali menyampaikan amanat atau wasiat kepada santri-santrinya. Mungkin antara satu dengan yang lainnya mendapat amanat berbeda.

Berikut ini adalah amanat dia yang disampaikan langsung kepada salah seorang santrinya, TGH Lalu Turmudzi Badaruddin, Mustasyar PBNU saat ini.

“Saya teringat beberapa hari sebelum wafatnya. Beliau memanggil saya untuk menuliskan wasiatnya beserta dalilnya. Saya pun menulis wasiat tersebut yang didiktekan oleh beliau,” kata TGH Lalu Turmudzi Badaruddin sebagaimana diungkapkannya pada pengantar buku Pemikiran Islam Lokal TGH Shaleh Hambali karya Adi Fadli.

Amanat TGH Shaleh Hambali itu adalah, pertama, amalkan segala pelajaran dan petunjuk yang kamu peroleh dari saya dan usahakan agar pengetahuanmu bertambah dengan menuntut ilmu pada ulama Ahlussunah waI-Jama’ah.

Kedua, selain dari itu, saya minta padamu semua agar dipelihara terus Perguruan Darul Qur’an (pesantren yang didirikan TGH Shaleh Hambali yang berada di desa Bengkel) dan usahakan supaya berkembang menjadi besar.

Ketiga, peliharalah dan pertinggikan paham Ahlussunah wal-Jama’ah dan jagalah persatuan dan kesatuan antaramu semua.

Amanat-amanat itu ternyata bersumber dari Al-Qur’an dan hadits Nabi. TGH Shaleh Hambali sendiri menyebutkan secara tersirat sumber amanat itu.

“lnilah amanat saya padamu dan peliharalah baik-baik. Dalil-dalil yang pertama sampai ketiga,” kata TGH Shaleh Hambali.

Dalil amanat pertama adalah, Man 'amila bima ’alima ’aIIamahuIIah ilma ma lam ya’Iam (hadis).

Kedua, sabda Nabi SAW: "Idza matabnu adama inqatha’a ‘amalauhu illa min tsalatsin: shadaqatin jariyatin wa ilmin yuntafa’u bihi wa waladin shalihin yad’u lahu ba’da mautihi.

Ketiga, qalallahu ta’ala: Wa’tashimu bihablillahi jami’an wa laa tafarraqu. (Abdullah Alawi)