NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Melalui NU, Ratusan Pedagang Berharap Bertemu Presiden

Rabu, 22 November 2017 21:01 Daerah

Bagikan

Melalui NU, Ratusan Pedagang Berharap Bertemu Presiden
Surabaya, NU Online
Di Kantor PWNU Jatim, ratusan pedagang Pasar Turi Surabaya mengeluhkan permasalahan yang membelit mereka. Sudah lebih dari sebelas tahun, mereka belum bisa menempati kios yang dijanjikan pihak investor. Diharapkan presiden juga memberikan perhatian.

"Banyak pedagang yang tidak mendapatkan haknya. Masalah ini sudah diadukan ke Wali Kota Surabaya, tapi tidak ada jalan keluar," kata perwakilan pedagang Pasar Turi Surabaya, Rabu (22/11).

Dengan didampingi Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi Surabaya dan pengacara, mereka diterima Ketua PWNU Jatim dan berharap masalah ini mendapat perhatian pemerintah. "Masalah Pasar Turi ini sudah masuk wilayah mafia, karenanya perlu perhatian lebih," kata pedagang lain menimpali.

Bahkan beredar informasi bahwa pihak investor telah melakukan pertemuan dengan salah seorang petinggi di Jakarta. "Agar permasalahan itu segera tertangani, kami berharap bisa dipertemukan dengan Presiden Jokowi, tentunya lewat fasilitas NU Jatim," katanya.

Keluhan ini tentunya bukan tanpa alasan. Karena sejak terjadinya kebakaran pasar yang menjadi salah satu ikon di Surabaya dan Jawa Timur 11 tahun silam tersebut, hingga kini tidak ada titik terang. "Bahkan terkesan berbelit-belit tanpa solusi, " tandas I Wayan Titib Sulaksana selaku pengacara pedagang.

Mendengar permasalah tersebut, KH M Hasan Mutawakkil Alallah menjamin bahwa NU akan mendukung bahkan memberikan perlindungan. Apalagi hal tersebut sesuai dengan komitmen yang diemban jam'iyah diniyah ijtima'iyah atau organisasi sosial dan keagamaan NU. "Ini panggilan agama dan sesuai dengan visi misi NU sebagai gerakan agama dan kemasyarakatan," kata Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya. Atas nama pribadi dan institusi, dirinya dan NU Jatim siap mengawal persidangan demi tercapainya rasa keadilan, lanjutnya.

Kendati demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini berharap pedagang bersabar dan lebih menempuh jalur hukum. "Kami serukan kepada pedagang tercinta untuk barsabar karena pasti akan mendapat pertolongan Allah," katanya.

Selanjutnya, alumnus Pesantren Lirboyo Kediri tersebut berpesan jangan membalas kedzaliman seperti yang dialami pedagang dengan kedzaliman lain. Para pedagang juga harus berdoa agar mendapatkan haknya kembali. "Tolong tenang, jangan membalas (kedzaliman) karena akan menimbulkan masalah lain," pintanya.

Ratusan pedagang Pasar Turi Surabaya mengadukan masalah yang dihadapi karena merasa menghadapi jalan buntu. Mereka yang mewakili ribuan pemilik kios di pasar yang pernah menjadi ikon pusat perdagangan di Jawa Timur tersebut berharap NU memberikan pendampingan. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)