::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jelang Pembukaan Munas-Konbes NU, Jokowi Menginap di Mataram

Rabu, 22 November 2017 23:30 Nasional

Bagikan

Jelang Pembukaan Munas-Konbes NU, Jokowi Menginap di Mataram
Jakarta, NU Online
Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 akan dibuka Presiden Joko Widodo pada Kamis, 23 November 2017.  Rabu (22/11) malam, Jokowi tiba di Pulau Lombok dan menginap di sebuah hotel di Kota Mataram.

Ia beserta rombongan yang mendarat di Bandara Internasional Lombok sekitar pukul 19.00 WITA itu disambut Gubernur TGH M Zainuddin Majdi beserta pejabat setempat.

Ketua Umum PBNU juga mengonfirmasi kedatangan Presiden ketika memberikan pidato sambutan pada Malam Ramah Tamah Pemerintah Kota Mataram dengan Peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Rabu malam. Ia mengaku bersyukur perhelatan akbar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Munas dan Konbes NU akan dibuka Presiden Jokowi di Islamic Center, Kota Mataram. Forum tertinggi setalah Muktamar NU ini akan berlangsung pada 23-25 Novmeber 2017. Setelah prosesi pembukaan, peserta akan terbagi menjadi lima siding komisi yang tersebar di pesantren, antara lain di Pesantren Nurul Islam (Mataram), Pesantren Darul Fallah, Pesantren Darul Hikmah, Pesantren Darul Qur'an, dan Pesantren al-Halimy (Lombok Barat).

Perhelatan yang mengusung tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga ini dihadiri ribuan orang, termasuk peserta resmi forum ini yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, ratusan delegasi dari 34 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta 31 badan otonom dan lembaga NU. Turut diundang pula para petinggi lintas partai politik, pimpinan ormas Islam, pejabat tinggi negara, peneliti, dan duta besar negara-negara sahabat. (Mahbib)