::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Menag Dorong Pakar Falak Wujudkan Kalender Islam yang Mapan

Rabu, 29 November 2017 19:45 Nasional

Bagikan

Menag Dorong Pakar Falak Wujudkan Kalender Islam yang Mapan
Jakarta, NU Online 
Menteri Agama Republik Indonesia H Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, perbedaan metode hisab dan rukyat sebenarnya tidak lagi menjadi penyebab utama dalam penentuan awal bulan puasa, idul fitri, atau pun idul adha. Karena menurutnya, terdapat permasalahan yang lebih kompleks dan harus disikapi, yaitu tentang kriteria kalender yang dipakai oleh dunia Islam. 

Demikian disampaikan Lukman saat membuka Seminar Internasional Fikih Falak di Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu (29 /11), dengan tema "Peluang dan Tantangan Implementasi Kalender Global Hijriah Tunggal". 

Lukman menjelaskan, dalam aplikasi sistem kalender yang berkembang di negara-negara Islam, maupun negara mayoritas muslim seperti di Indonesia sangatlah beragam. Setiap wilayah memiliki kriteria sistem peninggalannya masing-masing. 

"Padahal ada satu hal yang harus kita hadapi dan tidak bisa kita hindari, yakni adanya globalisasi," kata Lukman. 

Menurutnya, dahulu setiap wilayah memulai puasanya dengan menggunakan metode yang dipakai pada wilayah tersendiri tanpa mengetahui bagaimana wilayah tetangga mulai berpuasa. Namun zaman sekarang, di mana arus informasi telah sangat canggih melalui teknologi telah memberi ruang untuk mengetahui apa yang terjadi pada wilayah lain. 

"Zaman sekarang, orang di Indonesia, orang yang ada di Jepang, Maroko telah sangat mudah mengetahui kegiatan orang yang sedang berhaji di Mekah. Bahkan kapan melaksanakan wukuf di Padang Arafah," terang pria yang juga putra Menteri Agama ke-9 KH Saifuddin Zuhri ini. 

Oleh karena itu, katanya, sangat memungkinkan sekali pada zaman sekarang untuk mengetahui bahwa jika di Indonesia hilal sudah terlihat, sedangkan di negara lain belum terlihat. 

Pria kelahiran Jakarta ini menegaskan, globalisasi menuntut kita untuk cerdas dan cermat dalam menyelesaikan permasalahan tahunan yang tak kunjung menemukan solusi ini.

Pengembangan ilmu seharusnya sudah dapat memberikan solusi terciptanya kalender hijriah yang mapan, yang tidak hanya untuk kepentingan ibadah saja, namun untuk keperluan sipil lainnya, baik untuk mobilitas ekonomi, politik maupun bidang lainnya. 

"Saat ini adalah waktu yang tepat bagi umat Islam Indonesia untuk menyatukan langkah dan membangun visi bersama, strategi, dan tahapan untuk mewujudkan kalender Islam yang mapan dan diterima semua pihak," jelas Lukman. (Husni Sahal/Fathoni)