::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Semarak Maulid Nabi Muhammad di Bangladesh

Senin, 04 Desember 2017 20:30 Internasional

Bagikan

Semarak Maulid Nabi Muhammad di Bangladesh
Dhaka, NU Online
Ketua Lajnah Muwasholah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) KH Ali M Abdillah mengatakan, Maulid Nabi Muhammad adalah bagian dari tradisi Islam Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja). Maulid merupakan ekspresi cinta seorang umat yang ditujukan untuk panutannya, Nabi Muhammad.  

“Mereka secara rutin memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Ali dalam bahasa Arab pada acara International Eid Miladunnabi Grand Peace Conference yang digelar di Dhaka Bangladesh, Ahad (3/12).

Maulid Nabi Muhammad diselenggarakan di beberapa negara yang masyarakat Muslimnya berpaham Aswaja seperti Mesir, Yordania, Emirat Arab, Maroko, Amerika, China, Rusia, Malaysia, Thailand, Brunei, dan Indonesia. Setiap negara pasti memiliki cara dan budaya tersendiri dalam memperingati hari lahir sang Nabi terakhir. Seperti di Indonesia yang mengisi acara peringatan Maulid dengan pembacaan Al-Barzanji, Al-Diba'i, Simtud Durar, dan pengajian. Bukan hanya pada bulan Rabi’ul Awwal, umat Islam Indonesia juga membaca sejarah Maulid Nabi Muhammad setiap Minggu.

“Mereka secara rutin membaca Maulid Nabi tiap malam Jumat atau malam Senin,” kata Kiai Ali di hadapan ratusan ribu Muslim Dhaka.  

Ketua Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta itu menyebutkan, siapa saja yang mencintai Nabi Muhammad maka ia akan bersama dengan kekasih Allah itu kelak di akhirat. 

"Barangsiapa mencintaiku (Nabi Muhammad) maka akan bersamaku di surga," kata Kiai Ali mengutip hadist Nabi Muhammad.

Lebih lanjut, Kiai Ali menjelaskan, sudah sewajarnya umat Islam menyebarkan dan mengajarkan Islam yang damai, penuh kasih sayang, dan saling menghormati sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. 

“Untuk bisa menyebarkan Islam yang cinta damai kuncinya hatinya harus damai terlebih dahulu. Hati menjadi damai kalau senantiasa dipenuhi dzikir kepada Allah,” terangnya.

Maulid Nabi di Bangladesh

Kiai Ali menceritakan, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diadakan di Sohrawardy Uddan Ramna tersebut diikuti ratusan ribu orang Bangladesh. Mereka berbondong-bondong datang ke kota Dhaka untuk mengikuti rangkaian acara Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Syekh Sayyid Saifudin Ahmad al-Hasani al-Husaini. 

Lapangan dipenuhi oleh jamaah yang duduk rapi meski sinar matahari begitu terik. Mereka hadir atas dasar cinta kepada Nabi Muhammad sehingga apapun itu tidak menghalangi mereka untuk menghormati hari kelahiran Nabi Muhammad sekalipun itu sinar matahari yang begitu menyengat. 

“Mereka tak bergeser sedikitpun hingga acara usai sekitar jam tiga sore,” ucapnya.

Selain Kiai Ali M Abdillah, acara tersebut juga menghadirkan beberapa pembicara seperti Syekh Sayyid Saifudin Ahmad al-Hasani al-Husaini (penyelenggara acara dan Mursyid Tarekat Qadiriyah), Syekh Ahmad at-Tijani (Chichago, Amerika), Syekh Azis al-Kubaiti (Maroko), Syekh Habib Zaid bin Yahya, Syekh Kareem (Malaysia), dan Syekh Mahen Sherif (Tunisia). (Red: Muchlishon Rochmat)