::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Halaqah Kiai dan Nyai di Bogor Hasilkan Deklarasi Islam Damai dan Keindonesiaan

Rabu, 06 Desember 2017 18:29 Nasional

Bagikan

Halaqah Kiai dan Nyai di Bogor Hasilkan Deklarasi Islam Damai dan Keindonesiaan
Bogor, NU Online
Halaqah Kiai dan Nyai 2017 yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP) pada 4-6 Desember 2017 di Bogor, Jawa Barat menghasilkan sebuah deklarasi untuk memperkuat perdamaian dan keindonesiaan.

Deklarasi yang dinamakan Deklarasi Kiai Pesantren untuk Islam Perdamaian dan Keindonesiaan ini ditandatangani oleh 50 kiai dan nyai pengasuh dan pimpinan pondok pesantren se-Indonesia.

Direktur Pusat Studi Pesantren Achmad Ubaidillah mengatakan, peran sentral para kiai dan nyai dalam memperkuat Islam damai dan keindonesiaan melalui tradisi keilmuan pesantren mempunyai posisi yang sangat strategis.

“Deklarasi ini merupakan komitmen bersama para kiai dan nyai untuk terus memperkuat pondok pesantren sebagai basis penguatan keindonesiaan dan Islam damai,” ujar Ubaidillah, Rabu (6/12) didampingi Nyai Hj Ruqayyah dari Pondok Pesantren Al-Ma’shumiy Bondowoso, KH Acep Zaki Mubarok dan Nyai Hj Ida Nurhalida dari Pesantren Cipasung Tasikmalaya.

Berikut teks lengkap Deklarasi Kiai Pesantren untuk Islam Perdamaian dan Keindonesiaan yang ditandatangani pada 17 Rabi’ul Awal 1439 H atau 6 Desember 2017 di Bogor.

Deklarasi Kiai Pesantren untuk Islam Perdamaian dan Keindonesiaan

Bahwa segenap elemen masyarakat dengan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan modal yang tidak ternilai dalam upaya menyatukan langkah dan arah dalam mengisi pembangunan bangsa.

Bahwa krisis kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Indonesia yang semakin mengarah pada ancaman disintegrasi bangsa, rendahnya kualitas pendidikan agama Islam sehingga berdampak pada menguatnya pemahaman agama yang cenderung intoleran, eksklusif, dan radikal.

Bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang membawa pemahaman Islam yang tawasuth (moderat), tawazun (proporsional), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) merupakan inspirasi untuk membangun kehidupan, beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang adil, makmur, dan sejahtera.

Bahwa para kiai, ustadz, dan seluruh elemen pesantren memiliki peran sentral dan strategis dalam mengembangkan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dibangun atas prinsip Islam rahmatan lil alamin.

Maka, stas berkat Rahmat dan Ridho Allah dan mengharap syafa’at Rasulullah SAW, pada hari ini, Rabu, 17 Rabi’ul Awal 1439 H bertepatan dengan 6 Desember 2017, bertempat di Bogor, kami mendeklarasikan diri untuk:

1. Berkomitmen tinggi mendakwahkan Islam rahmatan lil’alamin melalui berbagai Media, baik lisan, tulisan, maupun tindakan. 

2.Menjunjung tinggi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar 1945 (PBNU).

3. Berjuang melawan segala bentuk radikalisme beragama baik melalui lisan, tulisan, maupun tindakan. 

4. Berkontribusi untuk menjaga jiwa dan raga bangsa Indonesia pada umumnya dan Muslim pada khususnya dari segala pemahaman doktrin agama yang merusak tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama. 

5. Mengajak seluruh umat Islam pada umumnya dan santri serta Asatidz pada khususnya untuk mendakwahkan Islam rahmatan lil ‘alamin.

(Fathoni)