::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Yahya: Penetapan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel Timbulkan Masalah Baru

Kamis, 07 Desember 2017 09:30 Internasional

Bagikan

Gus Yahya: Penetapan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel Timbulkan Masalah Baru
Jakarta, NU Online
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel bukan hanya tidak akan menyelesaikan masalah, namun juga akan menimbulkan masalah baru.

“Ada akar konfllik tidak berujung selama ini karena pihak Israel selalu mengambil keputusan secara sepihak dan memaksakan (keputusan itu) kepada Palestina,” kata Gus Yahya, sapaan akrabnya, kepada NU Online, Kamis (7/12) pagi.

Gus Yahya menilai keputusan-keputusan Israel selama ini telah terbukti tidak menyelesaikan masalah.

“Pengakuan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel malah akan menimbulkan disabilitas di kawasan,” lanjutnya.

Perang yang terjadi di Timur Tengah yang terjadi sampai hari ini, lanjut Gus Yahya, secara signifikan disebabkan adanya persoalan Israel. 

“Karena Israel terus menerus menolak membuat keputusan bersama dengan bangsa Palestina," paparnya.

Keputusan tersebut juga akan menjauhkan Timur Tengah dari solusi peperangan yang tak berkesudahan ini.

“Harus dicari jalan keluar dari hambatan selama ini untuk solusi perdamaian,” pungkas Gus Yahya. (Kendi Setiawan)