::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kerukunan Antarumat Beragama di Minut Terjaga

Kamis, 07 Desember 2017 13:02 Nasional

Bagikan

Kerukunan Antarumat Beragama di Minut Terjaga
Minahasa Utara, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara Suyarno Wirodimejo dalam kata sambutannya menyambut baik program Pelatihan Pemuda Pelopor yang diselenggarakan oleh Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Kemenpora RI).

“Kegiatan ini sangat penting bagi Minut sebagai daerah yang muslimnya minoritas. Kegiatan seperti ini sangat jarang di Minut,” kata Suyarno Rabu (6/12).

“Kegiatan ini akan turut membekali anak-anak muda Islam di Minut untuk lebih percaya diri berpartisipasi menjaga kerukunan antar umat beragama di Minut yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” paparnya.

Kegiatan bertema ‘Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI’ ini diadakan sebagai upaya mengaktifkan masjid dan para pemudanya agar terlibat secara aktif dalam pembangunan membentengi kedaulatan NKRI dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Penduduk Minut berjumlah sekitar dua ratus ribu jiwa dan tiga puluh persennya adalah umat Islam. Delapan puluh persen dari yang tiga puluh persen tersebut adalah warga Nahdliyyin. Artinya, ada sekitar dua puluh lima ribu warga Nahdliyyin di sini. Dan peserta yang hadir ini adalah para pemuda dan pemudi utusan dari masjid-masjid yang ada di Minut,” jelasnya

“Setelah program pelatihan ini, kegiatan Bersih-Bersih Rumah Ibadah, kepada masjid dan gereja, akan berjalan lebih intensif lagi karena SDMnya bertambah banyak,” harapnya.

Program ini diselenggarakan pada minggu pertama Desember secara serentak di tiga provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Utara di mana masing-masing provinsi diselenggarakan lima titik lokasi (Kabupaten/Kota) dengan masing-masing titik menjangkau lima puluh orang pemuda. (Also/Alhafiz K)