::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Masjidil Haram, Bangunan yang Pertama Kali Diciptakan Allah untuk Manusia

Kamis, 07 Desember 2017 20:00 Nasional

Bagikan

Masjidil Haram, Bangunan yang Pertama Kali Diciptakan Allah untuk Manusia
Gorontalo, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani menjelaskan, Masjidil Haram adalah masjid yang pertama kali dibangun Allah untuk manusia. Ketika Allah hendak menciptakan Adam sebagai khalifah di bumi, malaikat diperintah untuk membangun Masjidil Haram atau Ka’bah untuknya. 

“Yang dibangun sebelum manusia adalah masjid dulu. Ka’bah dibangun oleh para malaikat,” kata Kiai Manan dalam kegiatan
Pelatihan Pemuda Pelopor di Kota Gorontalo, Kamis (7/12).

Hal itu terekam dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat sembilan puluh enam. Di situ disebutkan bahwa Ka’bah atau Masjidil Haram berfungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (Q.S. Ali Imran: 96).

Kiai Manan menuturkan, masjid memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Islam. Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad diberangkatkan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Di dalam sejarahnya, masjid juga menjadi pusat peradaban dalam penyebaran ajaran Islam. 

“Dari masjid, Islam disebarkan. Dari masjid, pendidikan diajarkan,” jelasnya. 

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ta’mir Masjid PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng dan Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango. (Muchlishon Rochmat)