::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kedaulatan Palestina Terancam, Ketua PWNU Lampung Ajak Warga NU Qunut Nazilah

Kamis, 07 Desember 2017 21:30 Daerah

Bagikan

Kedaulatan Palestina Terancam, Ketua PWNU Lampung Ajak Warga NU Qunut Nazilah
Bandarlampung, NU Online
Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri mengajak warga NU khususnya di Provinsi Lampung untuk melakukan pembacaan qunut nazilah sebagai dukungan moril kepada Palestina yang sedang bergejolak terkait keputusan Presiden Amerika Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Imbauan qunut nazilah pada Jumat (8/12) besok juga dikeluarkan oleh PBNU, dan PWNU Lampung merespon positif imbauan ini sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan Amerika tersebut," katanya, Kamis (7/12).

Menurutnya langkah tersebut merupakan dorongan Nahdliyin terhadap pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dan berperan melakukan mediasi untuk terwujudnya perdamaian khususnya di Palestina dan umumnya di dunia.

Keputusan sepihak Donald Trump ini, lanjut Kiai Sholeh, akan berdampak bagi kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka dan akan memicu perang. Ia menyesalkan pengakuan sepihak dari Pemerintah Amerika dan tegas menolak segala upaya pengingkaran atas kesepakatan perdamaian.

Pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem menurutnya akan memperkeruh proses perdamaian dan menimbulkan konflik yang meluas.

"Keputusan Amerika mengusik kedamaian yang sangat diidam-idamkan oleh warga Palestina," tandasnya.

Pengakuan sepihak tersebut juga bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia dan telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat merupakan anggota tetapnya.

"Semoga Allah melindungi warga Palestina dari kondisi yang semakin memburuk karena kebijakan yang tidak adil ini. Mari bantu dengan doa melalui qunut nazilah Jumat besok," ajaknya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)