::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PMII Manado Dibekali Teknik Lobi dan Bangun Jaringan​

Jumat, 08 Desember 2017 07:20 Daerah

Bagikan

PMII Manado Dibekali Teknik Lobi dan Bangun Jaringan​
Manado, NU Online
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL) 6-10 Desember 2017.  Secar resmi kegiatan dibuka langsung oleh Muhidin Nur (Ketua Bidang Kaderisasi PB PMII), Rabu (6/12) di Asrama Haji Manado.

Pada pelatihan tersebut disajikan materi-materi primer di dalam kerangka kaderisasi PMII, salah satunya adalah  Teknik Lobi dan Membangun Jaringan, pada Kamis (7/12) malam. 

Meski bentuknya berbeda, pada esensinya lobbying dan negosiasi mempunyai tujuan yang sama yaitu menggunakan teknik komunikasi untuk mencapat target tertentu.

"Dibandingkan dengan negosiasi yang merupakan suatu proses resmi atau formal, lobbying merupakan suatu pendekatan informal," kata Firman dalam paparannya.

Fungsi lobi untuk melindungi kepentingan organisasi/lembaga dengan membuka komunikasi pada pihak pengambil keputusan, diantaranya membangun koalisi dengan organisasi-organisasi lain. mengumpulkan informasi dan mempersiapkan laporan untuk pihak-pihak yang mewakili posisi organisasi dalam isu-isu kunci.

Firman yang juga pernah diamanahi sebagai Ketua Umum PMII Manado mengatakan kenyataan saat ini ada enam enam problem dalam membangun jaringan.

"Pertama di tengah kelumpuhan gerakan sosial dan menguatnya gerakan politik, sebaran kader lebih mengarah ke area politik praktis. Kedua jaringan lama berkurang (gerakan sosiasal dan gerakan masyarakat), sementara jaringan baru tidak bertambah," ungkap Firman.

Selanjutnya adalah nalar dan gerakan politik pun cenderung berputar-putar dalam arena sendiri; sementara jumlah kader semakin bertambah namun tidak didukung oleh keterampilan soft skill, adapun sebaran sebaran alumni tidak terkonsolidasi dengan baik.

"Problem keenam ruang dan wilayah garapan stagnan," kata Firman.

Firman menegaskan tujuan PMII adalah membangun sistem demi kemaslahatan banyak orang.

Peserta PKL kali ini terdiri dari berbagai utusan Cabang-cabang PMII di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Mereka juga mendapatkan materi inti lainnya seperti PMII Prespektif Kaderisasi, Strategi Gerakan dan Kepemimpinan, PMII Perspektif Ideologi dan Organisasi, serta PMII dan Peta Gerakan Islam. (Arafat/Kendi Setiawan)