::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lewat Masjid Pemuda Majukan NKRI

Jumat, 08 Desember 2017 11:30 Nasional

Bagikan

Lewat Masjid Pemuda Majukan NKRI
Takalar, NU Online
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan H Arfa Siddiq menjelaskan poin-poin yang tertera pada tema yang diangkat pada Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Gedung PCNU Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/12).

Tema yang diusung pada kegiatan yang diikuti 50 peserta ini, ialah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. 

Pertama, peran. Menurutnya, pemuda mempunyai peran yang sangat vital dalam membangun negara Indonesia, termasuk di dalamnya mengisi kegiatan-kegiatan masjid. 

"Makanya sangat tepat (panitia) mengadakan pelatihan ini karena peran pemuda itu vital," katanya. 

Ia mengungkapkan, Nabi Muhammad sejak muda sudah menjadi tokoh dan anutan. Di antaranya, katanya, Nabi Muhammad muda sudah menjadi pebisnis handal. 

"Selama menjadi remaja, Muhammad tidak pernah nongkrong untuk sesuatu yang tidak penting. Nabi Muhammad adalah penggembala, pebisnis ulung. Enterpreneurship-nya hebat," katanya.

Kedua, fungsi masjid. Menurutnya, masjid mempunyai peran yang luar biasa. Secara historis, katanya  yang pertama dibangun Rasulullah pada masa hijrah adalah masjid. Oleh karena itu, para pemuda harus mengisi masjid dengan berbagai kegiatan. 

Pada masa Rasulullah, masjid mempunyai banyak fungsi, yakni menjadi pusat ibadah, ekonomi, pengembangan budaya, dan lain-lain. 

"Itu artinya bahwa masjid tidak bisa ditinggalkan. Ruh Islam ada di masjid," jelasnya. 

Ketiga, benteng NKRI. Secara historis, NU mempunyai peran yang sangat besar terhadap pendirian negara Republik Indonesia (RI), yaitu akibat dari peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. 

Menurutnya, sebagai pendiri dan penjaga NKRI, dan di antara basis NU adalah masjid, maka masjid menjadi bagian tak terpisahkan dalam memajukan NKRI.

Hadir pada kegiatan yang diinisiasi Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama LTM PBNU dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ini dihadiri A'wan PCNU Kabupaten Takalar Abdul Hamid, Ketua PCNU Kabupaten Takalar Hasid Hasan Palogai, Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazein, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, dan Sekretaris LBM PBNU H Sarmidi Husna. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)