::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lanjutkan Perjuangan Pahlawan, Pemuda NU Harus Siapkan Diri

Jumat, 08 Desember 2017 14:00 Nasional

Bagikan

Lanjutkan Perjuangan Pahlawan, Pemuda NU Harus Siapkan Diri
Takalar, NU Online 
Banyak tokoh NU dan Indonesia yang sejak muda sudah menjadi pejuang, seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, KH Abdul Wahid Hasyim, Bung Tomo, atau KH Idham Cholid. Oleh karena itu, NU dan Indonesia bisa berjalan seperti yang dicita-citakan apabila ada wajah-wajah baru dari kalangan muda saat ini.

Demikian disampaikan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) H Sarmidi Husna pada Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Aula Gedung PCNU Kabupaten Takalar, Kamis (8/12).

Berdasarkan sejarah di atas, ia mengingatkan agar pemuda harus mulai dipersiapkan sejak dini untuk melanjutkan perjuangan, menjadi pemimpin baik di NU atau negara Indonesia.

"Kalau kalian sudah dipersiapkan, maka nanti kepengurusannya akan baik," jelas Sarmidi. 

Sebaliknya, ia melanjutkan, kalau sekarang para pemuda tidak dipersiapkan dengan baik, pemuda dibiarkan tidak mengenal NU, maka kelak kalau menjadi pengurus NU yang tidak paham tentang NU. 

Sarmidi berharap para pemuda bisa mengganti peran orang-orang tua yang sudah tidak mampu lagi mengurusi organisasi NU, bangsa dan negara. 

"Kalau sebuah organisasi atau negara masih dipimpin orang tua terus, maka itu tanda telah gagal dalam kaderisasi," jelas pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini. 

Hadir pada kegiatan hari keempat ini, Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazein, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, A'wan PCNU Kabupaten Takalar Abdul Hamid, Ketua PCNU Kabupaten Takalar Hasid Hasan Palogai.

Kegiatan yang terselenggara oleh LTM PBNU dan Kemenpora tersebut sebelumnya telah diadakan di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)