::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba

Senin, 11 Desember 2017 22:43 Daerah

Bagikan

Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba
Tulungagung, NU Online
Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Batangsareng Kecamatan Kauman mengadakan pelatihan relawan antinarkoba pada Ahad, 3 Desember 2017 pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB. Kegiatan itu dikerjasamakan dengan Badan Narkotika Nasional atau BNN Kabupaten Tulungagung,

Kegiatan berlangsung di balai desa setempat tersebut diikuti 50 peserta dari kalangan pelajar. Bahkan sejumlah tokoh berkenan hadir dan mendampingi peserta hingga kegiatan selesai.

Pelatihan yang difasilitasi Pemuda Mandiri Membangun Desa binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah desa setempat. 

"Kegiatan yang diadakan IPNU IPPNU seperti ini sangat penting untuk mengembangkan desa," tutur Ir. Ripangi. 

Kepala Desa Batangsaren tersebut juga berterimakasih kepada sejumlah peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan. 

Usai pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi oleh Tri Arief. Kasi P2M BNN Kabupaten Tulungagung menyampaikan tentang jenis dan dampak penyalahgunaan narkoba, serta kasus narkoba di kawasan tersebut. 

Salah satu kasus yang diceritakan adalah penangkapan pengedar narkoba di kecamatan Ngunut. Melalui cerita tersebut, diharapakan seluruh peserta pelatihan bisa waspada terhadap gerak mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Saya sangat senang karena materi yang saya dapat di pelatihan ini menyadarkan untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba," ujar Ni'mah, salah satu Pengurus Ranting IPPNU Batangsaren yang mengikuti pelatihan.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta dikukuhkan sebagai relawan anti-narkoba. Mereka memiliki tugas menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dan kampanye menolak peredaran bahan berbahaya tersebut di desa dan sekolah. (Puspita Hanum/Abdullah Alawi)