::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rihlah Pemakmuran Masjid, LTM PBNU Tiba di Wakatobi

Senin, 18 Desember 2017 10:04 Nasional

Bagikan

Rihlah Pemakmuran Masjid, LTM PBNU Tiba di Wakatobi
Wakatobi, NU Online
Setelah dari Pulau Buton dan Pulau Kendari, tim kaderisasi Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU tiba di Wakatobi. Mereka disambut dengan baik oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wakatobi.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Wakatobi H Ane Puru menyampaikan rasa terima kasih kepada PBNU melalui LTM PBNU yang telah menjadikan Wakatobi sebagai salah satu titik kaderisasi.

"Kami sangat bergembira dengan program ini. Ini adalah program pusat yang pertama kali ada di sini," terang Ane, Sabtu (16/12).

"Masjid adalah tempat yang paling mulia yang harus dimakmurkan, apalagi di kawasan pariwisata seperti Wakatobi. Kalau masjid tidak berbenah dengan program-program yang menarik, kreatif, dan imaginatif, maka pemuda Wakatobi akan lari dari masjid dan terlalai dengan wisata yang ada," lanjut Ane.

Salah satu pemateri, Ketua  LTM PWNU Jawa Barat Dindin Ibrahim Mulyana menjelaskan pentingnya pelatihan ini.

"Kegiatan ini bertema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI, karena kami ingin menjadikan Pemuda Wakatobi ikut mempelopori pergerakan dalam menjaga kedaulatan dan kemakmuran NKRI lewat Masjid. Karena dari masjidnya kita makmurkan Wakatobi dan dari masjidnya kita makmurkan Sulawesi Tenggara dan dari masjidnya kita makmurkan Indonesia," tuturnya.

Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama LTM PBNU dan Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI ini menjangkau 250 pemuda di Sulawesi Tenggara yang tersebar masing-masing 50 pemuda di lima daerah yaitu Buton, Bau Bau, Kendari, Konawe, dan Wakatobi. (Nizar Idris/Alhafiz K)