::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme

Kamis, 21 Desember 2017 14:28 Nasional

Bagikan

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme
Direktur Eksekutif PSTPG Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Badrus Sholeh
Jakarta, NU Online 
Direktur Eksekutif Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global (PSTPG) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Badrus Sholeh memaparkan hasil riset "Assesmen Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda dalam Menangkal Radikalisme" di Hotel Grand Syahid Jaya Jakarta Pusat, Rabu (20/12). 

Dalam pemaparannya, Badrus mengatakan bahwa ekonomi mempunyai peran penting dalam mengubah pengalaman masa lalu para pelaku kekerasan untuk berintegrasi dalam masyarakat dan perdamaian melalui program ekonomi. 

"Mayoritas yang kami temukan memiliki kepercayaan diri ketika mereka melakukan usaha. (Mereka dalam menjalankan usaha ekonominya) tidak hanya dibantu pemerintah tapi juga dibantu komunitas," kata pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur ini. 

Badrus semakin yakin bahwa ekonomi mempunyai peranan yang sangat penting, karena menurutnya, banyak pemuda yang diajak oleh Islamic State Irak and Syria (ISIS), tapi mereka mampu menahan diri untuk tidak ikut. Hal itu karena kepercayaan diri mereka untuk membangun kemandirian ekonomi. 

Riset ini dilakukan selama sebulan, yakni 25 Agustus sampai 25 September 2017 dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 100 responden, 10 Focus Group Discussion (FGD) dan observasi di lima kota, lima provinsi: Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik (Kalimantan Utara), Poso (Sulawesi Tengah), Solo (Jawa Tengah), Lamongan (Jawa Timur), dan Medan (Sumatera Utara). 

Hasil riset ini, kata Badrus, membantah teori yang didengungkan Barat bahwa ekonomi tidak mampu menyelesaikan masalah terorisme dan radikalisme. 

"Ini koreksi penting bahwa selama ini, mereka (barat) hanya melihat Osama Bin Laden, Hambali atau orang-orang yang kaya pelaku terorisme. Yes, mereka tidak bisa diubah secara ekonomi, tetapi mayoritas anak-anak muda terutama yang berangkat ke Suriah, mereka juga punya alasan ekonomi yang menjadi daya tarik mereka aktif dalam terorisme," jelas pria berumur 46 tahun itu. 

Dari hasil riset tersebut, PSTPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan tiga rekomendasi. Pertama, inovasi dan pendamping usaha terhadap kaum muda perlu diberikan, baik oleh pengusaha, stakeholder maupun dinas atau kementerian terkait. 

Kedua, program ekonomi perlu dilakukan dalam jangka panjang dan berkesinambungan melalui strategi yang jelas. Rekomendasi ditujukan kepada BNPT dan Menkopolhukam untuk mempertimbangkan strategi jangka panjang. 

Ketiga, perlunya koordinasi antar stakeholder, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sipil dalam melakukan program ekonomi bagi kaum muda yang lebih komprehensif. Rekomendasi ditujukan kepada Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial dan Dinas Agama untuk lebih aktif koordinasi dalam program ekonomi bagi kaum muda.  (Husni Sahal/Zunus)