::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Lima Daerah Sasaran Penelitian soal Radikalisme di Indonesia

Jumat, 22 Desember 2017 11:03 Nasional

Bagikan

Ini Lima Daerah Sasaran Penelitian soal Radikalisme di Indonesia
Jakarta, NU Online
Direktur Eksekutif Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Badrus Sholeh menjelaskan alasan lima kota di Indonesia yang dijadikan daerah penelitian Assasement Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda dalam Menangkal Radikalisme.

Penjelasan terhadap penelitian atas kerja sama PSTPG FISIP UIN Jakarta dengan UNDP-PPIM UIN Jakarta ini disampaikan di Hotel Grand Syahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (20 /12).

Lima daerah yang dimaksud adalah Nunukan (Kalimantan Timur), Poso (Sulawesi Utara), Solo (Jawa Tengah), Lamongan (Jawa Timur), dan Medan (Sumatera Utara).

Menurut Badrus, tiga dari lima daerah, yakni Poso, Solo, dan Lamongan menjadi sasaran penelitian karena mempunyai pengalaman terorisme yang sangat kuat.

Dari pengalaman ketiga daerah itu, kata Badrus, kita mendapatkan pelajaran penting. Meskipun ketiga daerah tersebut sebelumnya terlibat kekerasan lewat terorisme dan konflik, tapi dengan keterlibatan pemerintah dan stakeholder serta masyarakat, anak-anak muda di daerah tersebut mampu melupakan masa lalunya, bahkan mampu komitmen untuk menjalani kehidupan yang baru.

Sementara Nunukan, Kalimantan Utara memiliki tantangan berbeda. Sebagai daerah perbatasan, Nunukan memiliki tantangan sebagai lintas batas perdagangan narkoba dan manusia.

Badrus menyampaikan hasil studi di Nunukan. Menurutnya, anak-anak muda di Nunukan mempunyai keinginan untuk kembali bekerja di Malaysia dengan alasan ekonomi di Indonesia stagnan.

"Itu kenapa anak-anak muda kita perlu didorong tidak hanya lewat usaha ekonomi kreatif tapi juga keberadaan mereka (pemerintah) jika hadir pun itu menjadi sebuah kepercayaan diri bagi anak-anak muda," katanya.

Adapun untuk kota Medan, Sumatera Utara terdapat Pesantren Al-Hidayah sebagai salah satu produk yang dibangun dan mendapat pemberdayaan serius oleh BNPT. Pesantren Al-Hidayah merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengatasi dan melakukan pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme.

Penelitian ini dilakukan selama sebulan, yakni 25 Agustus sampai 25 September 2017 dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 100 responden, dan 10 Focus Group Discussion (FGD). (Husni Sahal/Alhafiz K)