::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said: PCINU Jerman Harus Mewakili Wajah Islam Indonesia di Jerman

Jumat, 29 Desember 2017 01:00 Internasional

Bagikan

Kiai Said: PCINU Jerman Harus Mewakili Wajah Islam Indonesia di Jerman
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpesan agar PCINU Jerman harus bisa mewakili wajah Islam Indonesia di Jerman.

Pesan tersebut disampaikannya saat Ketua Tanfidziyah PCINU Jerman, M Rodlin Billlah yang didampingi oleh Koordinator NU Jerman Negara Bagian North Rhein Westfalen, M Abdullah Syukri berkunjung ke Gedung PBNU, Rabu (27/12).

Kiai Said mengungkapkan hal tersebut berdasarkan fakta bahwa Islamophobia meningkat pesat di negara-negara barat seiring maraknya aksi-aksi kekerasan, radikalisme bahkan terorisme yang mengatasnamakan Islam.

"NU sebagai wadah perjuangan dakwah para Ulama Nusantara selalu konsisten melaksanakan fungsi amar ma'ruf nahi munkar dengan menyemai Islam damai, santun dan penuh toleransi. Saya harap PCINU Jerman mampu tampil untuk melaksanakan tugas ini," tegas Kiai Said.

Selain meminta doa dan nasihat untuk Nahdliyin di Jerman, agenda utama PCINU Jerman bersilaturahim ke PBNU kali ini adalah untuk mengurus SK Kepengurusan PCINU Jerman periode 2017-2019 yang telah mengamanatkan KH Syaeful Fatah sebagai Rais Syuriyah dan M Rodlin Billah sebagai Ketua Tanfidziyah beserta jajaran kepengurusan lainnya.

Pada kunjungan tersebut, tampak dengan antusias Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PBNU, KH Marsudi Syuhud; dan Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini turut menyambut delegasi PCINU Jerman di kantor PBNU.

Sehari sebelumnya, utusan PCINU Jerman tersebut menemui pendiri NU Jerman yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua LPTNU, Syafiq Hasyim. Sedikit bernostalgia saat era babat alas, Syafiq mengungkapkan betapa sulitnya di awal perjuangan pendirian PCINU Jerman karena berbagai macam hal. Namun ia sangat bahagia ketika melihat PCINU Jerman yang telah berkembang pesat dan semakin diterima di kalangan masyarakat Muslim Indonesia ataupun non-Indonesia di Jerman.

Salah satu contohnya, belakangan ini PCINU Jerman berhasil mengadakan kegiatan Berlin Bershalawat, Bremen Bershalawat dan Muenchen Bershalawat yang bekerjasama dengan KBRI dan berbagai organisasi/komunitas di Jerman, seperti perkumpulan orang Indonesia, Jerman, Arab dan negara lainnya.

Selain itu, PCINU Jerman juga telah berhasil menjalin kerja sama dengan Karlsruhe Institute of Technology Jerman untuk mengadakan dialog internasional bersama publik Jerman mengenai perkembangan Islam di Indonesia serta hubungannya dengan umat beragama lainnya.

Acara-acara tersebut terlaksana dengan meriah dan sukses serta dihadiri oleh ratusan warga negara Indonesia dan negara lainnya yang berdatangan dari berbagai macam kota di Jerman. PCINU Jerman saat ini juga semakin banyak terlibat dalam mengisi pengajian di berbagai macam kota di Jerman.

Diakhir diskusi, Kiai Said dan Kiai Marsudi mengatakan akan mengusahakan sebuah lawatan ke Jerman pada tahun 2018 mendatang sebagai bentuk dukungan terhadap PCINU Jerman dalam perjuangan mensyiarkan Islam ahlussunnah wal jama'ah annahdliyah di negara pimpinan Angela Merkel tersebut. (Red: Kendi Setiawan)