::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jelang Tahun Baru, Forum Dai Muda Harap Ujaran Kebencian Dihentikan

Sabtu, 30 Desember 2017 19:00 Nasional

Bagikan

Jelang Tahun Baru, Forum Dai Muda Harap Ujaran Kebencian Dihentikan
Jakarta, NU Online
Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) menyerukan dihentikannya ujaran-ujaran kebencian menggunakan isu SARA, intoleransi antarumat beragama, serta sikap main hakim sendiri. Ketua  Umum FKDMI, Moh Nur Huda mengatakan, selama ini Indonesia telah memberikan teladan pada dunia bagaimana hidup berdampingan dalam keberagaman suku dan agama. Karenanya, Huda menilai pentingnya menguatkan kembali persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Indonesia adalah sebuah etalase cantik dari keberagaman dalam hidup bernegara. Sepanjang 2017 lalu, kehidupan berbangsa banyak tercederai dengan berbagai kasus yang menyinggung nilai-nilai prinsip umat beragama. Kita seakan-akan baru belajar lagi arti toleransi," ujar Huda melalui rilis yang diterima NU Online, Sabtu (30/12) pagi.
 
Padahal, lanjut Huda, toleransi adalah nilai penting yang diwariskan para pendiri bangsa dalam menjaga keutuhan Indonesia. 

FKDMI, menurut Huda, akan menitikberatkan kerja-kerja dakwahnya di tahun 2018 dengan mengedepankan nilai-nilai kesatuan ummat. Bagi FKDMI, hadirnya umat yang satu dan saling mendukung adalah modal awal terwujudnya persatuan bagi bangsa.

Huda berharap, berbagai macam ujaran kebencian dan persekusi-persekusi yang terjadi pada tahun 2017 ini tidak lagi terulang pada 2018 nanti.

“Apalagi ada momentum politik berupa Pemilihan Kepala Daerah Langsung, yang memiliki potensi terjadinya gesekan horizontal antar masyarakat,” katanya. 

Sebagai lembaga yang mewadahi para dai muda se-Indonesia, menurut Huda, FKDMI berkepentingan memastikan kesinambungan dakwah di tengah masyarakat berlangsung dengan kondusif, tanpa ada gangguan dari pihak mana pun.

“Pada hakikatnya, berdakwah atau menyeru ke jalan Allah adalah kewajiban setiap mukmin yang dituliskan dalam Al-Qur’an,” tegas Huda.

Karenanya, FKDMI akan mengedepankan kebersamaan dan kearifan sebagai bagian dari misi Islam rahmatan lil-'alamin. (Red: Kendi Setiawan)