NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pemboman Mematikan Targetkan Pemakaman Resmi Afghanistan

Senin, 01 Januari 2018 17:00 Internasional

Bagikan

Pemboman Mematikan Targetkan Pemakaman Resmi Afghanistan
(Foto: Zabihullah Ghazi/Anadolu)
Jalalabad, NU Online
Setidaknya ada 18 orang meninggal dunia dalam serangan bom yang mematikan pada upacara pemakaman di bagian Timur Afghanistan.

Ledakan bom pada Ahad (31/12) terjadi saat orang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan bupati di Jalalabad, ibu kota Provinsi Nangarhar, seperti dilaporkan media lokal Pajhwok Afghan News. 

Dalam insiden tersebut juga menyebabkab 13 orang lainnya luka-luka. Dari beberapa foto yang tersebar di media sosial, motor, bajai, dan becak (rickshaw) terbakar. Sampai saat ini, tidak ada kelompok teroris yang mengklaim bertanggung jawab atas kejadian itu. Taliban menyangkal terlibat. 

Ada kelompok yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang aktif di Provinsi Nanganhar. Sebelumnya, kelompok ini pernah menyerang pejabat dan pasukan keamanan di wilayah bagian timur Afghanistan tersebut.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyampaikan bela sungkawa atas kejadian maut tersebut melalui akun twitternya. Dia menyebut, pemboman tersebut merupakan sebuah tindakan yang jahat.

“(Pemboman tersebut) Bertentangan dengan agama kita (Islam), budaya dan masyarakat,” tulisnya.

Sebelumnya, terjadi beberapa pemboman di Afghanistan, terutama ibu kotanya, Kabul, sepanjang 2017 sebagaimana dikutip dari aljazeera.com. Pada 8 Maret, 30 orang lebih terbunuh ketika orang-orang bersenjata yang mengenakan jas lab putih menyerbu sebuah rumah sakit di pusat kota. ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam insiden ini. Pada 31 Mei, lebih dari 150 orang tewas dalam insiden bom truk di dekat distrik diplomatik.

Sementara pada 21 Oktober, setidaknya 39 orang mati di salah satu masjid Syiah di Kabul. Lagi-lagi ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam kasus ini. (Red: Muchlishon Rochmat)