::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ada Masalah, Jangan Salahkan Pemerintah atau Si Fulan, Tapi Tunjuk Diri Kita

Selasa, 02 Januari 2018 17:03 Daerah

Bagikan

Ada Masalah, Jangan Salahkan Pemerintah atau Si Fulan, Tapi Tunjuk Diri Kita
(© thesufi.com)
Jakarta, NU Online
KH Khoirul Hidayah mengajak segenap hadirin Haul ke-12 KHM Syafi‘i Hadzami untuk meneladani akhlak Muallim KHM Syafi‘i Hadzami. Menurutnya, nama almarhum terkenal sampai ke Hadramaut karena akhlaknya. Sebagai guru agama, almarhum tidak pernah menyalahkan siapa saja kalau ada masalah.

Demikian disampaikan KH Khoirul Hidayah dalam Haul ke-12 KHM Syafi‘i Hadzami, Jalan KHM Syafi‘i Hadzami, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12) malam.

“Guru kita (almarhum KHM Syafi‘i Hadzami) muta'addib seperti kata guru kami Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki. Almarhum terkenal di Hadramaut bukan karena keluasan ilmunya semata, bukan karena penguasaan fikihnya, tetapi karena akhlaknya,” kata KH Khoirul Hidayah.

Ia mengajak para hadirin untuk memperbaiki diri. Adab, menurutnya, mesti didahulukan daripada ilmu. Adab kepada Allah ini yang dipelihara oleh muallim.

“Sedekat apa kita dengan guru kita? Kalau kita dekat dengan guru kita, kita harus tobat. Kalau kita cinta guru kita, tinggal semua maksiat. Jangan tunjuk salah pemerintah, jangan tunjuk fulan si fulan. Tunjuk diri kita sendiri yang ghaflah dan qaswatul qulub,” kata KH Khoirul Hidayah di hadapan sedikitnya seratus lebih jamaah haul.

Menurutnya, Indonesia belakangan ini dirundung sejumlah persoalan serius. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang semakin jauh dari adab kepada Allah dan adab kepada manusia.

“Berapa lama kita ghaflah (lalai)? 12 tahun. Almarhum guru kita sudah 12 tahun dimakamkan,” katanya.

Muallim itu orang yang menganggap ngaji atau menuntut ilmu sebagai fenomena. Muallim adalah orang yang merasakan nikmat belajar dan mengajar. Ia orang yang mewakafkan dirinya untuk Allah, Rasulullah, dan umat, tutup KH Khoirul Hidayah. (Alhafiz K)