::: ::: 

::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Beri Beasiswa kepada Mahasiswa Asing, Cara Efektif Duniakan Islam Nusantara

Rabu, 03 Januari 2018 23:50 Nasional

Bagikan

Beri Beasiswa kepada Mahasiswa Asing, Cara Efektif Duniakan Islam Nusantara
(foto: lpminstitut.com/Ayuba Jorbateh mahasiswa UIN Jakarta asal Gambia Afrika Barat)
Tangerang Selatan, NU Online
Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Masykuri Abdillah mengatakan, cara yang efektif untuk menduniakan Islam Nusantara adalah dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk kuliah di perguruan tinggi Islam yang ada di Indonesia.

“Kalau kita ingin menduniakan Islam Nusantara, kita harus banyak memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk belajar di perguruan tinggi Islam yang ada di Indonesia,” kata Prof Masykuri di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Ciputat Tangerang Selatan, Rabu (3/1).

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menyebutkan, banyak sekali mahasiswanya yang mengatakan kepadanya akan menyebarkan Islam Nusantara ke negara asalnya setelah mereka mengetahui betapa masyarakat Indonesia sangat toleran dan Islam Nusantara bisa menerima baik demokrasi dan nasionalisme.

“Ketika pulang mereka akan menjadi juru bicara tentang Islam di Indonesia,” ucap lulusan Pesantren Tebuireng itu.

Prof Masykuri menuturkan, sudah sepatutnya Islam Nusantara diekspor ke luar mengingat karakter Islam di Indonesia tersebut begitu rahmatan lil ‘alamin, moderat, toleran, dan menghargai budaya lokal. Baginya, untuk mengekspor Islam Nusantara adalah dengan cara memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing.

“Bukan malah kita mengimpor paham keagamaan dari luar yang justru menimbulkan kekerasan dan konflik,” ujarnya.

Kalau perlu, imbuhnya, Indonesia bisa mendirikan universitas di luar negeri untuk menyebarkan Islam yang ramah dan damai ala Islam Nusantara.

“Kalau misalnya Arab Saudi bisa mendirikan pendidikan di tempat kita, kenapa kita tidak,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat)