::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Dosennya Banyak Lulusan Barat, Betulkah UIN Jadi Pusat Kelompok Liberal?

Kamis, 04 Januari 2018 10:00 Nasional

Bagikan

Dosennya Banyak Lulusan Barat, Betulkah UIN Jadi Pusat Kelompok Liberal?
Ilustrasi
Tangerang Selatan, NU Online
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Masykuri Abdillah menampik jika perguruan tinggi Islam menjadi sarang orang-orang liberal. Dosen perguruan tinggi Islam seperti UIN banyak yang lulus dari universitas Barat, begitu pula yang lulusan Timur Tengah juga banyak. Mereka yang lulusan Barat tidak serta merta menjadi liberal. Pun mereka yang lulusan Timur Tengah, tidak langsung menjadi fundamentalis. 

“Itu yang liberal tidak sampai lima persen. Katakanlah lima persen, yang 95 persen tidak liberal,” jelasnya di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ciputat Tangerang Selatan, Rabu (3/1).

Ia menyebutkan, jumlah yang sedikit tersebut dikenal karena berbeda. Ditambah dengan pemberitaan media yang begitu gencar. Sehingga jumlah yang sangat sedikit tersebut tidak bisa digunakan untuk menilai secara keseluruhan.

“Yang jelas perguruan tinggi Islam tidak menjadi sarang liberal,” tegasnya.

Rais Syuriah PBNU itu menegaskan, kajian Islam di UIN senantiasa dijaga agar berada dalam koridor Islam yang moderat. Yaitu tidak condong ke ekstrim kanan atau fundamental dan juga tidak condong ke ekstrim kiri atau liberal. 

“Kita juga tekankan bahwa kajian Islam benar-benar murni bersifat akademik, tidak condong ke kanan atau pun ke kiri,” ucapnya. 

“Sekali lagi, kalau ada yang liberal itu hanya sebagian kecil. Terlihat banyak karena adanya media berlebihan,” imbuhnya. (Muchlishon Rochmat)