::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Tak Bersedia Ikut Pilkada Jatim, Yenny Wahid Banjir Dukungan

Kamis, 04 Januari 2018 07:33 Nasional

Bagikan

Tak Bersedia Ikut Pilkada Jatim, Yenny Wahid Banjir Dukungan
Yenny Wahid.
Jakarta, NU Online
Banjir dukungan sekaligus apresiasi datang dari masyarakat kepada putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid ketika secara tegas tidak bersedia ikut berkompetisi dalam Pilkada Provinsi Jawa Timur karena sejumlah pertimbangan yang dianggapnya cukup penting.

“Tugas kesejarahan yang saya yakini adalah meneruskan perjuangan Gus Dur untuk menjaga keutuhan umat, terutama umat NU, karenanya, saya harus berdiri mengayomi semua kandidat, bukannya malah terjun ikut bertempur,” ujar Yenny, Rabu (3/1) melalui akun twitter pribadinya @yennywahid.

Namun, Direktur Wahid Foundation ini tetap berterima kasih atas tawaran Prabowo dan Partai Gerindra. Dia mengaku telah memikirkan dengan matang tawaran tersebut. Namun Yenny lebih memilih pertimbangan dari keluarganya dan para sesepuh.

"Saya mengucapkan apresiasi yang sangat dalam atas tawaran dari Pak Prabowo dan keluarga besar partai Gerindra," ucapnya.

Dia menandaskan, NU telah memberikan kader-kader terbaiknya dalam Pilkada Jatim 2018, tugas kita adalah mendoakan pemimpin yang terpilih bisa membawa maslahat dan kebaikan bagi masyarakat Jatim dan memastikan agar tidak ada perpecahan di kalangan umat.

Sikap Yenny Wahid seketika mendapat banyak dukungan dari warganet. Mereka menilai langkah Yenny sudah tepat sebagai seorang santri yang berusaha mematuhi titah orang tua dan para sesepuh.

‘Tks Ning....memang begitulah seharusnya sikap warga NU, nderek nopo perintahe Kyai Sepuh,” tulis akun @sinyohariyanto.

“orang yg menghargai tata krama thdp para sesepuh sikap mbak @yennywahid sdh tepat smoga mnjadi teladan bg kita semua,” cuit akun bernama muhammad mahfud (@muhamma87797215).

“Terimakasih, mbak Yenny... Ijin sesepuh jauh lebih penting, drpd napsu berkuasa org lain....Terimakasih,” ucap Fitriyah Siti (@FitriSiti21).

“Sepakat sikap sesepuh, pasti karena sayang Mbak @yennywahid,” kata akun bernama an siti maqrifah (@buahkalindungan).

Atas sikap Yenny Wahid ini, ada juga masyarakat yang mengibaratkan ketika seorang perempuan ditembak seorang lelaki agar menerima cintanya.

“Ini ibarat cewek zaman now saat ditembak cowok, kamu baik, setia tapi maaf aku masih ingin fokus kuliah," ungkap Muhammad Rizal Al-Ghazaly (@idjank_ku). 

“Saya lbh setuju nyai @yennywahid berperan dlm kegiatan2 sosial, penguatan toleransi, deradikalisasi, demokrasi dll dlm misi2 universal ketimbang terjun dlm politik praktis aplgi berlwnan dg kalangan kita sendiri yg cenderung resistennya lbh terasa pda akar rumput,” harap Taufikkurahman (@Upik_KR2). (Fathoni)