::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Banser Tangsel Bantu Habib Bahar yang Sakit Naik Panggung

Senin, 08 Januari 2018 14:42 Daerah

Bagikan

Banser Tangsel Bantu Habib Bahar yang Sakit Naik Panggung
Jakarta, NU Online
Sejumlah anggota Banser NU Tangerang Selatan memapah Habib Bahar bin Smith yang sedang kurang sehat sampai naik ke atas panggung untuk menyampaikan ceramah maulid di halaman Pesantren Al-Husayni, Tangsel, Ahad (7/1). Mereka juga menuntun Habib Bahar setelah selesai ceramah.

Demikian disampaikan Kasatkorcab Banser NU Tangsel Abdul Aziz kepada NU Online via pesan singkat, Senin (8/1) siang.

Ceramah maulid kali ini disampaikan oleh tiga orang, yaitu Habib Bahar, penceramah dari Malang, dan dari Timur Tengah.

Menurutnya, Banser NU Tangsel sudah biasa melakukan pengawalan keamanan dalam peringatan maulid di Pesantren Al-Husayni.

“Pengasuhnya Habib Ali Al-Husainy bin Thohir,” kata Aziz.

Ia menambahkan, Habib Bahar dalam kondisi kurang sehat tetapi tetap akan menyampaikan ceramah. Sebagai tuan rumah Habib Ali bin Tohir meminta Banser untuk mengawal Habib Bahar secara khusus karena masih pakai selang infus.

“Dan memang sudah tugas Banser NU untuk menjaga ulama,” kata Sahabat Aziz.

Menurutnya, Habib Bahar berceramah dengan isi yang menyejukkan. Habib Bahar tidak menyinggung Banser dan GP Ansor hingga ceramah selesai.

Selesai acara, Habib Bahar berbisik kepada ajudannya untuk disampaikan ke Banser bahwa "Ternyata (Banser) penjaga pengajian dan juga santun, " kata Aziz menirukan ajudan Habib Bahar.

Abdul Aziz menambahkan bahwa Banser NU memang diamanahkan untuk sedapat mungkin menjaga akhlak dan santun kepada siapapun juga.

“Karena Banser itu sudah diajarkan untuk merangkul bukan memukul dan diajarkan bersahabat. Dan berusaha saling asah, asih, dan asuh,” kata Aziz kepada NU Online. (Alhafiz K)