::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat

Sabtu, 13 Januari 2018 16:50 Nasional

Bagikan

Pesantren dan Nahdliyin Punya Tugas Besar Majukan NU di Jawa Barat
Bandung, NU Online
Seorang Kolumnis asal Jawa Barat, Asep Salahuddin menyatakan, Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Barat dewasa ini mengalami disorientasi kultural, baik dari sisi jam’iyah atau struktural maupun garis kebijakan.

Selain itu menurut Asep, beberapa literatur keislaman Sunda justru banyak ditulis oleh orang di luar Sunda. Pesantren dan warga NU di Jawa Barat tidak ada yang berupaya menuliskannya secara mendalam dalam perspektif Sunda sendiri.

“Selanjutnya, ini tugas warga NU dan pesantren agar NU di Jawa Barat mewarnai dunia keislaman dan wacana keagamaan moderat sehingga Islam dengan karakteristik Sunda mampu diwujudkan,” ujar Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Barat ini, Sabtu (13/1) dalam pertemuan penulis NU se-Jawa Barat yang digagas NU Online dan Rumah Kebangsaan.

Menurutnya pria yang aktif menulis di sejumlah media massa ini menilai, saat NU menggagas wacana Islam Nusantara, maka dalam perspektif Sunda, Islam Nusantara tidak lain adalah islam Sunda itu sendiri.

Sebab itu menurut Asep, semakin banyak tulisan-tulisan Islam Sunda, semakin dikenal juga Islam berbasis Sunda tersebut. Karena, sambungnya, wacana keagamaan saat ini jauh dari nilai-nilai tradisi dan budaya yang banyak diwariskan oleh para pendahulu.

“Bahkan kalau mau jujur, saat ini tidak sedikit orang Sunda yang memahami Islam secara hitam dan putih,” ucap pria kelahiran Garut ini.

Padahal menurut Asep, karakter orang Sunda dikenal sangat luwes seperti karakter orang NU pada umunya. Namun belakangan ini, tegasnya, orang Sunda mengalami disorientasi kultural. (Fathoni)