NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Temui Presiden, Kiai Said Sampaikan Hasil Munas-Konbes NU 2017

Sabtu, 13 Januari 2018 22:30 Nasional

Bagikan

Temui Presiden, Kiai Said Sampaikan Hasil Munas-Konbes NU 2017
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengunjungi Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Jumat (12/1). Dalam pertemuan ini, Kiai Said menyampaikan hasil-hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 di Lombok akhir tahun lalu. Ada banyak isu yang dibahas dalam Munas dan Konbes termutakhir ini diantaranya aliran kepercayaan, LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), reforma agraria terutama redistribusi lahan dan industrialisasi pertanian.

Kiai Said menyebutkan, NU siap untuk mengawal program reforma agraria yang digagas pemerintah beberapa lalu. Reforma agraria semestinya tidak hanya terbatas pada sertifikasi tanah saja, tapi juga redistribusi tanah untuk rakyat bawah.

“Agenda pembaruan agraria selama ini tidak berjalan baik karena Pemerintah tidak punya komitmen kuat menjadikan tanah sebagai hak dasar warga negara,” kata Kiai Said sebagaimana rilis yang diterima NU Online.

Pengasuh Pesantren Al Tsaqafah itu menyarankan kepada pemerintah agar membatasi penguasaan dan kepemilikan lahan sehingga tidak ada kejadian dimana jutaan tanah hanya dikusai segelintir orang saja. Peraturan tentang pertanahan harus memihak kepada rakyat kecil, termasuk memanfaatkan lahan terlantar atau hutan untuk rakyat. 

“Saya sampaikan kepada Pak Presiden, Khalifah Umar bin Khattab pernah membatasi hak atas tanah warganya,” ujarnya.

Kiai Said juga meminta pemerintah untuk lebih fokus dalam mewujudkan industrialisasi pertanian. Untuk mempercepat industrialisasi pertanian, pemerintah harus segera membagikan lahan dan memperbaiki infrastruktur pertanian, melindung harga, dan membatasi program impor pangan. Disamping itu, peningkatan kapasitas petani dan pemberian modalnya juga harus diperhatikan, termasuk meningkatkan riset-riset tentang pertanian dan menghadirkan teknologi pertanian.

Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo menyambut baik usul, saran, dan rekomendasi hasil Munas dan Konbes NU 2017 tersebut. Ia menyebutkan akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Kiai Said karena hal itu juga menjadi program fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini. (Red: Muchlishon Rochmat)