::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Perkuat Aswaja, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Hadirkan Syekh dari Libanon

Selasa, 16 Januari 2018 18:49 Pesantren

Bagikan

Perkuat Aswaja, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Hadirkan Syekh dari Libanon
Jombang, NU Online
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur mengadakan kuliah umum keaswajaan. Tema yang diangkat adalah Ahlussunnah wal Jama’ah dan Tantangannya di Era Milenial dengan narasumber al-Habib Syekh Muhammad Hassan Awkal al-Hasani dari Global University, Beirut Libanon. Kegiatan dilangsungkan di aula pesantren setempat, Selasa (16/1).

Dalam paparannya, syekh kelahiran Beirut Libanon dan saat ini menetap di Amerika Serikat tersebut mengemukakan bahwa akidah yang benar adalah Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja. “Yang dimaksud dengan Aswaja adalah Asy'ariyah dan Maturidiyah,” katanya di hadapan ratusan santri dan pelajar yang memadati ruangan. 

Mengapa menjadikan Imam Asy’ari dan Maturidi sebagai rujukan, lantaran para ulama melihat ajaran keduanya sesuai dengan al-Quran dan Hadits. “Dan ada isyarat dari al-Quran tentang kebenaran akidah Asy'ariyah ini,” tandasnya.

Salah seorang keturunan Rasulullah dari jalur Sayyid Hasan tersebut mengingatkan jangan hanya belajar akidah untuk  diri sendiri. “Tapi untuk diajarkan kepada orang lain, dan jangan bosan atau malu untuk terus belajar akidah,” tandasnya. Baginya, akidah tidak kalah penting dibandingkan dengan ilmu-ilmu modern seperti matematika dan sejenisnya. 

Pengikut Tarekat Rifaiyah ini tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya lantaran umat Islam Indonesia adalah mayoritas pengikut Aswaja. “Dan itu berkat jasa para ulama termasuk KH. Hasyim Asy’ari,” ungkapnya.

Di ujung penjelasan, al-Habib Syekh Muhammad Hassan Awkal al-Hasani berharap agar pengajaran Aswaja terus digalakkan. Pengajaran akidah Aswaja sangat penting agar akidah umat Islam tidak salah. “Hal tersebut juga sebagai sarana bisa bertahan dari gempuran berbagai aliran yang tidak benar seperti Wahabi,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)