::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Catatan Pagar Nusa Sowan Kiai-kiai Banten

Kamis, 18 Januari 2018 18:56 Nasional

Bagikan

Catatan Pagar Nusa Sowan Kiai-kiai Banten
Ketum Pagar Nusa Nabil Harun (kiri) dan Kiai Syar'i
Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, sebelum dilantik, melakukan sowan kepada kiai-kiai khos NU, di antaranya kepada KH Ratu Bagus Syah Ahmad Syar’i Mertakusuma di Padarincang, Ciomas, Serang, Banten, (16/1).

Mendapatkan kesempatan diterima langsung oleh beliau, Kiai Syar’i, adalah kesempatan yang istimewa. Beliau bertutur dengan bahasa khas beliau sendiri. Ketika saya menghaturkan permohonan beliau menjadi mujiz dan hadir pada agenda Ijazah Kubro, saya tidak menyangka beliau dengan gembira menyatakan berkenan hadir. Sungguh saya sangat terkejut sekejut-kejutnya.

Mendengar saya bercerita dan melaporkan kondisi Pagar Nusa terkini dan salam dari pendekar se-Nusantara, beliau tersenyum. Dan lagi-lagi ini juga kejadian yang langka.

Saya tidak bisa melukiskan bagaimana bahagianya bisa sowan beliau dan mendapatkan pengalaman yang sungguh luar biasa. Yang pasti apa yang saya alami adalah pertanda bahwa beliau merestui langkah-langkah kita. Kehadiran beliau nanti adalah jawaban, bahwa kita semua adalah santri beliau, dan demi NU dan bangsa.

Kiai Syar’i, Kiai Syar’i, Kiai Syar’i....

Ki Kudung dan Kesaktian Shalawat
Selepas sowan kepada Kiai Syar’i, perjalanan berlanjut untuk sowan kepada Dewan Khos, KH Rofiuddin Mufassir. Kiai muda yang akrab juga dipanggil Ki Kudung adalah “potret” ayahandanya, Abuya Mufassir. Arahan dan petunjuk yang saya terima, adalah untuk segera sowan Ki Kudung.

Wajahnya yang teduh, senyumnya yang ramah, serasa menyiram apa pun yang ada di hati ini. Dingin. Sebagai Dewan Khos, beliau memberi kami wejangan dan arahan. Bagaimana Pagar Nusa menempatkan diri, mengambil langkah, dan meneguhkan keyakinan, dikupas tuntas oleh beliau.

Beliau juga menyampaikan ijazah yang akan disampaikan pada saat Ijazah Kubro nanti. Mulai dari kaifiyyah (cara) hingga fadhilah (keutamaan). Sungguh dahsyat, kesaktian shalawat. 

Kiai yang tak pernah sepi dan lelah menjadi pelayan umat ini selalu mejadi tempat mengadu. Dalam sekejap saja, saya sudah belajar banyak hal. Bagaimana bersabar, bagaimana berusaha bersikap arif, dan menepati janji.

Dan di akhir pertemuan, kami mendapatkan pemahaman yang lebih luas bagaimana berkhidmah pada ulama, berkhidmah pada kiai. (Nabil Haroen, Ketua Umum Pagar NU)