::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

FILM

Terlibat Film ‘Syirik', Mita The Virgin Ingin Keberkahan

Rabu, 24 Januari 2018 07:00 Nasional

Bagikan

Terlibat Film ‘Syirik', Mita The Virgin Ingin Keberkahan
Mita The Virgin (ketiga dari kiri) pada konferensi pers usai gala premier film 'Syirik', Selasa (23/1)
Jakarta, NU Online
Didapuk menjadi cameo dalam film Syirik, Cameria Happy Pramita atau lebih popular dikenal Mita The Virgin mengaku sangat bersemangat.

“Sejak awal saya dikasih tahu produser kalau film ini sebagian keuntungannya disumbangkan untuk amal lewat NU Care-LAZISNU, jadi bersemangat,” kata Mita kepada NU Online usai gala premier Syirik di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/1) malam. 

Dengan sepuluh persen keuntungan film Syirik yang diniatkan untuk amal, Mita menganggap produksi film tersebut niat awalnya saja sudah baik.

“Semoga berkah,” tegas dia.

Selain berperan menjadi diri sendiri, Mita juga menciptakan dan membawakan lagu tema dalam film karya Faridsyah Zikri itu.
(Baca: Sepekan Jelang Penayangan, Ribuan Tiket Film 'Syirik' Sudah Dipesan)
“Proses pembuatan lagunya sekitar sebulan. Di lagu ini kan Nadira (Nadira Hill, pemeran Lady) ikut membuat lirik. Sejak ketemu pengin nyocokin peran dia disatuin,” papar dia soal proses kreatifnya.

Demi keperluan film tersebut, Mita menjalanai syuting selama dua hari untuk mengisi satu scene.

Menurut Mita, film Syirik memiliki pesan moral yang kuat.

“Sebagai umat beragama, (masyarakat) kita lagi krisis moral, (kadang) lupa sama Tuhan. (Semoga dengan menonton film ini) bisa ingat lagi,” ujar Mita.

Ia mengatakan Indonesia sekarang kekurangan film bernuansa religi, sehingga kehadiran film Syirik sangat tepat. Ia pun optimis film Syirik bakal digemari masyarakat.

“Insyaallah bisa bersaing (dengan film lain), karena film horor religi punya massanya sendiri,” tandas dia. (Kendi Setiawan)