::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muharik-Preneur, Upaya LTM PBNU Kuatkan Ekonomi Berbasis Masjid

Rabu, 24 Januari 2018 21:00 Nasional

Bagikan

Muharik-Preneur, Upaya LTM PBNU Kuatkan Ekonomi Berbasis Masjid
Salah satu aktivitas muharik masjid kota Bandung
Jakarta, NU Online
Terkait penguatan ekonomi masyarakat berbasis masjid, Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) mencanangkan akan mencetak Sejuta Kotak Gerakan Infak Sedekah Memakmurkan Masjid (Gismas) dan mencetak Sejuta Pengusaha Muda.

“Hal itu seperti ditegaskan Ketua LTM-PBNU Kiai Haji Muhammad Mansyur Saerozy dalam diskusi pengurus LTM-PBNU bersamaan Family Gathering 20-21 Januari 2018 di Cianjur, Jawa Barat,” kata Sekretaris LTM-PBNU Ibnu Hazen, Selasa (24/1) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Penguatan ekonomi menjadi salah satu arena perjuangan LTM-PBNU 2015-2020.

“Strategi mewujudkan hal itu adalah dengan Pelatihan Muharik-Preneur,” Ibnu meneruskan.

Muharik-Preneur atau pemuda pelopor dalam waktu dekat diagendakan dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan dan pertanian intensif.

“Pertanian intensif dengan salah satu fokusnya pertanian jagung. Menjadi pertimbangan di mana delapan puluh persen jagung di Indonesia masih impor, ini menjadi ironi kita dan mendorong LTM-PBNU menggerakkan pertanian tersebut bagi pemuda pelopor,” papar Ibnu.

(Baca: Penguatan Akidah, Arena Pertama Perjuangan LTM-PBNU)
Pelatihan Muharik-Prenuer bertujuan melahirkan para pemuda tani yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Untuk itu akan dibentuk Forum Komunikasi Wirausaha Muda (FKWM).

Lebih jauh diharapkan para pemuda memberikan sumbangsih masjid dalam pembangunan.

Sumbangsih serupa juga diberikan oleh para muharik masjid yakni para ustadz yang merupakan pemimpin-pemimpin di masjid dan mushala.

“Pemimpin atau muharik masjid menjadi tokoh anutan, menjadi dai dan daiyah, sehingga mereka memiliki jiwa kepemimpinan sosial yang sesuai dan sekaligus mengembangkan karakter, kapasitas dan ideologi aswaja annahdliyah,” tandas Ibnu. (Kendi Setiawan)