::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alasan Mbah Munawwir Krapyak Dimakamkan di Dongkelan

Kamis, 25 Januari 2018 06:37 Daerah

Bagikan

Alasan Mbah Munawwir Krapyak Dimakamkan di Dongkelan
Makam Mbah Munawwir di Dongkelan.
Bantul, NU Online
Makam Mbah Munawwir terletak cukup jauh dari Pondok Pesantren Krapyak. Mbah Ali Makshum, Mbah Warson, dan Gus Kelik pun dimakamkan di sana. Persisnya, di sebelah Masjid Patok Negara Dongkelan Kauman, Tirtonirmolo, Bantul, Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta membuat lima patok negara, yakni di Dongkelan, Babadan, Mlangi, Plosokuning, dan Wonokromo. Di setiap patok tersebut, terdapat penghulu yang ditugaskan membimbing masyarakat di sana.

Dongkelan merupakan Patok Selatan Keraton Yogyakarta dengan Mbah Kiai Syihabuddin sebagai penghulu pertamanya. Ia ditunjuk oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I di wilayah tersebut.

Sejak Hamengku Buwono I itu, masjid tersebut sudah dibangun. Tetapi saat pecah Perang Diponegoro, masjid tersebut habis dibakar oleh Belanda. Lalu, pada awal abad 20, masjid itu diperbaiki bangunannya oleh Sultan Hamengku Buwono VII.

Saat NU Online berkesempatan ziarah ke komplek makam Dongkelan dan bertemu dengan pengurus masjid dan makam Dongkelan Burhanuddin. 

Ia bercerita, bahwa Mbah Munawwir dimakamkan di tempat tersebut karena ingin mengikuti Mbah Kiai Syihabuddin.

“Mbah Munawwir tuh ingin dimakamkan di sini. Alasannya  ingin nderek mulyo Mbah Kiai Syihabuddin,” katanya pekan lalu.

Kiai Munawwir meninggal pada tahun 1942 setelah mengalami sakit yang cukup parah beberapa hari. (Syakir NF/Fathoni)