::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lily Wahid: Orang Tua Harus Kendalikan Kids Zaman Now

Ahad, 28 Januari 2018 11:00 Daerah

Bagikan

Lily Wahid: Orang Tua Harus Kendalikan Kids Zaman Now
Lily Wahid (bars kedua, berdiri kelima dari kanan)
Depok, NU Online
Hajah Lily Chodijah Wahid (Lily Wahid) mengajak masyarakat tidak ragu menggiatkan budaya, karena hal itu sebagai jawaban atas anggapan bahwa masyarakat Indonesia mulai disebut tidak berbudaya. 

“Kita jawab dengan kegiatan budaya seperti hari ini, karena budaya menjadi kekuatan. Indonesia dengan ratusan etnis dan bahasa, ini adalah kekuatan kita,” kata Lily saat menyampaikan sambutan pada Gelar Budaya Suluk Nusantara di
Perumahan Depok Mulya 1, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (27/1). 

(Baca: Ketika Perut Lily Wahid Dipegang Pemuka Adat Papua)
Menurutnya keterasingan anak masa kini atau yang sedang terkenal dengan istilah kids zaman now, yang terkesan tidak mau mempelajari dan menjaga  budaya, bukanlah karena tidak mau. 

“Tapi karena tidak mengerti," kata Lily.

Karenanya ia menganjurkan tembang-tembang macapat dan tembang Jawa yang pada dasarnya mengandung nilai dan makna serta ajaran yang luhur, dikenalkan kepada generasi kini dengan menggunakan bahasa Indonesia.

“Bukan hanya menerjemahkan, tapi bisa dibuatkan dalam bahasa Indonesia agar menarik,” ujarnya.

Generasi kini dan mendatang, menurut Lily jangan hanya menjadi generasi peniru kepada bangsa lain. Termasuk dalam persoalan budaya, orang tualah yang harus mengendalikan anak zaman kini.

“Jangan seperti kebo nyusu gudhel (kerbau menyusu kepada anaknya). Harusnya anak yang mengikuti orang tua bukan orang tua yang mengikuti anak,” papar Lily.

Mengenalkan budaya dan memberi kesadaran makna suatu budaya kepada generasi muda, menurut Lily menjadi tantangan.

“Agar anak dan generasi muda menyenangi kembali budaya kita. PR kita yang harus kita kerjakan ke depan, mendekatkan budaya kepada kids zaman now,” tandasnya. (Kendi Setiawan)