::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jenazah AGH Rafii Yunus Maratan Sengkang Dikebumikan Hari Ini

Selasa, 30 Januari 2018 07:52 Daerah

Bagikan

Jenazah AGH Rafii Yunus Maratan Sengkang Dikebumikan Hari Ini
Alm AGH Rafii Yunus Martan (dok. ist).
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Anregurutta Haji (AGH) Rafii Yunus Martan yang berpulang pada Senin (29/1) sekitar pukul 19.25 waktu setempat dikebumikan hari ini, Selasa (30/1) di Sengkang.

“Insyaallah dimakamkan di Sengkang hari ini,” demikian keterangan resmi pihak Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang.

Gurutta Rafii Yunus Martan meninggal di usia 77 tahun. Ulama yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang ini lahir pada 15 Juli 1941 di Belawa, Wajo.

Dari rahim Pesantren As'adiyah Sengkang ini (dulu bernama Madrasah Arabiyah Islamiyah, MAI) lahir AGH Ambo Dalle dan AGH Abduh Pabbaja (Pendiri DDI), AGH Daud Ismail (Pendiri Ponpes Yatsrib Soppeng), AGH Abdul Muin (Pendiri Ponpes Urwatul Wutsqa Sidrap).

Kemudian lahir juga AGH Yafie (Ayahanda KH. Ali Yafie), AGH Abdul Latief (Pimpinan Ponpes al-Junaidiyah Bone), AGH Prof. Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta), AGH Harisah (Pendiri Pesantren Annahdlah, Makassar), AGH Abdul Kadir (Pendiri Ponpes MDIA, Makassar), serta sederet ulama-ulama telah lahir dari rahim Pesantren tertua di Indonesia Timur ini.

Sebagai ulama panutan masyarakat, AGH Rafii Yunus memiliki prestasi akademik tinggi. Meskipun sempat tidak bisa menyelesaikan studinya di Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin Makassar, ia tidak putus harapan dan cita-cita.

Jalan keilmuannya berlanjut ketika memutuskan untuk mengambil jurusan Perbandingan Agama di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1964. Gelar BA (sarjana muda) diraih pada tahun 1968, dan Drs (doktorandus) berhadil diselesaikan pada tahun 1971.

Seperti dirilis website resmi Pondok Pesantren As’adiyah, ia kembali ke Sengkang dan mengabdi di Pesantren As’adiyah, antara lain memberikan pengajian pesantren Bahasa Bugis di Masjid Agung (Masjid Ummul Quraa) serta sebagai tenaga guru honorer di Madrasah Aliyah antara tahun 1971 sampai 1973.

Ia merasa untuk membangun pendidikan berkualitas, harus bisa mengintegrasikan sistem pendidikan yang berjalan di Barat. Kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 ke Intitute Of Islamic Studies, McGill University Montreal, Quebec, Canada Jurusan Studi-studi Keislaman bidang kekhususan Teologi Islam, lulus tahun 1976.

Kemudian, AGH Rafii Yunus berhasil menyelesaikan PhD (S3) di Departemen of Near Eastern Studies University of Michigan, Ann Arbor, Michigan USA, Jurusan Studi-studi ke Islaman bidang kekhususan Ulumul Qur’an, dan lulus tahun 1994.

Sejak tahun 1976 atau setamat dari McGill University, ia menjadi dosen di Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Makassar hingga tahun 2007.

Setelah itu Anregurutta Prof Dr HM. Rafii Yunus Martan, MA memangku berbagai jabatan di lingkungan IAIN Alauddin Makassar. 

Antara lain, Sekertaris Fakultas Ushuluddin (1979-1980), Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin (1980-1986), Ketua Jurusan Perbandingan Agama (1981-1986), Ketua Jurusan Tafsir Hadits (1994-1996), Asdir I Bidang Akademik PPS IAIN Alauddin Makassar (1995-2003), serta Guru Besar bidang Ulumul Qur’an Fakultas Ushuluddin Makassar (2002-2006).

Menjelang akhir hayatnya, ia masih aktif sebagai dosen S2 dan S3 di PPS IAIN (sekarang UIN) Alauddin Makassar dari 1994 hingga kini.

Tercatat, Gurutta Prof Rafii Yunus memimpin PB As’adiyah empat periode, sejak terpilih memimpin Organisasi Islam As’adiyah pada Muktamar tahun 2002 dan kembali terpilih keempat kalinya pada Muktamar As’adiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur 2017 lalu. Gurutta juga menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten Wajo. (Red: Fathoni)