::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

RAKORNAS NU CARE-LAZISNU 2018

Kiai Ma'ruf Amin: NU Mandiri, Negara Kuat, Islam Kuat

Rabu, 31 Januari 2018 01:15 Nasional

Bagikan

Kiai Ma'ruf Amin: NU Mandiri, Negara Kuat, Islam Kuat
Sragen, NU Online
Melengkapi rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU 2018, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit NU di Sumberlawang, Selasa (30/1) sore. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, disaksikan peserta Rakornas dan masyarakat sekitar.

Kiai Ma’ruf berharap pembangunan rumah sakit tersebut cepat selesai agar bisa segera memberikan manfaat. 

“Fikrah amaliyah NU adalah berkhidmat memberikan pelayanan kepada umat (khidmatun ummah). Pelayanan kepada publik memudahkan untuk orang-orang yang memerlukan,” kata Kiai Ma’ruf.

Pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan dana yang dihimpun melalui Kotak Infak (Koin) NU. Karenanya Kiai Ma’ruf mengungkapkan rasa bangganya atas semangat warga NU di Sragen melakukan iuran demi terbangunnya rumah sakit NU. 

“Alhamdulillah, saya merasa bangga, dan bangga luar biasa. Di Sragen ini dibangun rumah sakit menggunakan Koin NU,” lanjut Kiai Ma’ruf.

Ia menyebut apa yang dilakan warga Sragen sebagai contoh yang tiada duanya.

“PCNU Sragen menjadi PCNU terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Karena itu apa yang dilakukan di Sragen pantas menjadi teladan yang dapat ditularkan.

Kiai Ma'ruf juga memuji gerakan PCNU Sragen yang dapat menyinergikan berbagai lembaga dan banom NU dengan NU Care-LAZISNU, sehingga dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas.

"NU Sragen membangun sendiri rumah sakit, kantor NU, sekolah Maarif," katanya.

Dikatakan warga NU hendaknya tidak hanya menunggu bantuan dari pihak lain, namun lebih utama harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. 

“NU mandiri, negara kuat, Islam akan kuat,” tandasnya. (Kendi Setiawan)