::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

KH Nasruddin: Politik NU adalah Kebangsaan dan Kenegaraan

Sabtu, 03 Februari 2018 21:00 Daerah

Bagikan

KH Nasruddin: Politik NU adalah Kebangsaan dan Kenegaraan
Brebes, NU Online
Di usia 92 tahun, NU masih terkesima dunia politik praktis. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya warga yang menentukan pilihan sebagai politikus. Dari mulai menjadi wakil rakyat, pengurus dan pegiat partai politik, hingga maju di pemilihan kepala daerah. 

"Kegamangan tersebut membuat NU tidak fokus dalam pengkaderan dan mabarot atau sosial kemanusiaan," kata KH Nasruddin, Jumat (2/2). 

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh, Songgom Brebes ini, dirinya justru bangga dengan kiprah NU yang selalu tampil di garis terdepan ketika ada kelompok yang berupaya merongrong Pancasila, juga anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tetapi kalau selalu larut dalam kiprah politik praktis, NU akan dijadikan musuh bersama bagi pihak yang anti NKRI,” kata Kaji Nas, sapaan akrabnya. 

Dia mengevaluasi, kegiatan sosial dan mabarot seperti kesehatan, penanggulangan kemiskinan dan pendidikan juga belum digarap maksimal. “Jangan sampai NU besar hanya wadahnya saja tetapi tak berisi, tidak berkualitas karena tidak peka terhadap persoalan kemanusiaan dan umat,” sergahnya. 

Sebagai solusi, Kaji Nas mengajak berbagai kalangan untuk menciptakan konsolidasi yang masif agar generasi emas NU kian kuat. “Apalagi menjelang usia seabad, harusnya NU semakin kuat dan besar,” katanya.

Kaji Nas menyayangkan kecenderungan kalangan yang justru lebih memperhatikan dan berkiprah di jalur politik. Kalaupun akan memberikan perhatian kepada hal ini, maka yang harus dipilih adalah politik kebangsaan dan kenegaraan, bukan politik praktis. “NU berkhidmat untuk politik kebangsaan dengan tujuan kesejahteraan dan kemaslahatan umat,” pesannya. 

Terkait pilkada, warga NU wajib terlibat dalam karena menyangkut politik kebangsaan. “Ingatlah, keterlibatan warga NU dalam pilkada untuk mewujudkan kesejateraan umat,” pungkasnya. (Wasdiun/Ibnu Nawawi)