::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Supaya Aswaja Tak Mati, Kirim Putra-putri ke Lembaga Pendidikan NU

Rabu, 07 Februari 2018 21:26 Daerah

Bagikan

Supaya Aswaja Tak Mati, Kirim Putra-putri ke Lembaga Pendidikan NU
Pringsewu, NU Online
Regenerasi jam’iyyah Nahdlatul Ulama jangan sampai terputus. Karena itu, generasi muda harus terus dibimbing dan diarahkan untuk mengenal dan mencintai NU lengkap dengan amaliyah Ahlussunnah wal-Jama’ahnya. Langkah ini harus diawali dari warga NU sendiri untuk peduli dengan pendidikan putera-puterinya.

Hal ini ditegaskan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Pringsewu Ahmad Rifai menyikapi kurang selektifnya orang tua dalam menyekolahkan putera puterinya di berbagai lembaga pendidikan. 

Saat ini, kata dia, berbagai lembaga pendidikan tengah bersaing menarik minat orang tua dan siswa dengan membangun fisik bangunan dan menawarkan berbagai macam fasilitas pendidikan lainnya.

"Hanya karena bangunan yang megah, fasilitas fisik lengkap, para orang tua tidak memperhatikan kurikulum, materi dan paham yang diajarkan kepada anak mereka. Ini tentunya akan memutus rantai amaliyah Ahlussunah wal-Jama’ah. Sama saja kita membiarkan generasi kita memiliki paham yang berbeda dengan kita," katanya di Kantor LTNNU Pringsewu, Rabu (7/2).

Oleh karenanya, Rifai mengajak warga NU untuk sadar pendidikan bagi putera-puterinya sebagai ikhtiar untuk melanjutkan kelanggengan NU dan amaliyah Aswaja. 

Ia mengingatkan, saat ini banyak lembaga pendidikan formal milik NU, khususnya di bawah naungan LP Ma’arif, memiliki pendidikan yang jelas kualitas dan pahamnya.

"Biaya tinggi menyekolahkan anak tidak serta merta menghasilkan kualitas hasil sesuai harapan. Bisa saja terjadi pendidikan yang terlihat biasa saja dengan biaya terjangkau, namun mampu mencetak output lulusan yang berkualitas dan ketika terjun di masyarakat mampu berkiprah dengan baik," tegasnya.

Mengutip pernyataan Ketua PBNU Hanief Saha Ghafur, ia menegaskan bahwa untuk menjadi pribadi bermutu sebenarnya tidak mahal. Mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk menjadi bermutu karena untuk membayar ketidakbermutuan itu.

"Jadi, jangan tergiur dengan sekolah yang memasang tarif mahal dengan janji kualitas atau mutu terjamin. Apalagi dengan niatan untuk gengsi-gengsian. Akhirnya putera-puteri kita yang terkena imbasnya," katanya.

Ia mengingatkan bahwa salah satu kunci yang akan mengantarkan putera-puteri kita menjadi pribadi yang sukses dunia akhirat adalah keberkahan. Sisi inilah yang saat ini mulai hilang dari pertimbangan para orang tua dalam menyekolahkan putera-puterinya. Dan warga NU, harus tetap mempertahankan keberkahan ini. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)