::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Care-LAZISNU Jember Himpun Dana dengan Gerakan Koin

Kamis, 08 Februari 2018 07:00 Daerah

Bagikan

NU Care-LAZISNU Jember Himpun Dana dengan Gerakan Koin
Jember, NU Online
NU Care-LAZISNU Jember akan memaksimalkan penggalangan dana lewat gerakan Kotak Infak (Koin), sebab gerakan ini dinilai cukup efektif untuk mengumpulkan dana tanpa harus 'memaksa' orang untuk beramal.  

Dalam pandangan Direktur NU Care-LAZISNU Jember, Muhammad Ardi Wiranata, sebenarnya gerakan Koin sudah dilakukannya sejak awal tahun lalu. Namun, pelaksanaannya kurang maksimal.

"Sekarang akan kita maksimalkan,” tegasnya, Rabu (7/2). 

Dirinya memastikan akan memanfaatkan keberadaan LAZISNU untuk hal ini. Dalam bayangan Ardi, keinginan tersebut akan sesuai rencana dan disambut positif.

“Insyaallah gerakan ini massif," tuturnya kepada NU Online di Kantor NU Care-LAZISNU Jember. 

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan setidaknya seribu kaleng guna diberikan kepada masyarakat, terutama warga NU.

“Kaleng-kaleng tersebut akan diedarkan oleh petugas atau kader NU ke daerah tertentu,” tandasnya.

Selain itu, pengurus ranting juga akan dititipi kaleng untuk tujuan serupa.

"Dalam waktu tertentu kaleng-kaleng itu akan ditarik kembali guna dilakukan pengecekan berapa hasil yang didapat," lanjutnya.

"Untuk sementara kita coba beberapa MWC dan ranting, kita sisir dulu kawasan yang potensial," jelasnya seraya menambahkan bahwa dana yang terkumpul dari gerakan Koin itu digunakan untuk layanan kesehatan, pendidikan, siaga bencana dan pemberdayaan ekonomi.

Mahasiswa Politeknik Pertanian Jember itu menegaskan keyakinannya bahwa gerakan Koin akan mendapat tanggapan bagus dari warga NU. Penarikan sumbangan model kaleng  tidak memberatkan dan dapat dilakukan seikhlas pemegang kaleng atau kotak infak.

Di samping semua itu, hal terpenting adalah pertanggungjawaban yang harus jelas.

"Saya kira kalau pertanggungjawabannya jelas dan transparan, masyarakat tidak akan ragu untuk mengisi kaleng itu. Jadi kuncinya adalah transparan," pungkasnya. (Aryudi  A Razaq/Ibnu Nawawi)