::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Sains dan Pedagogik

Jumat, 09 Februari 2018 18:55 Nasional

Bagikan

Kemenag dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Sains dan Pedagogik
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah terus berupaya meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan madrasah. Salah satu yang menjadi perhatian diraktorat GTK Madrasah adalah bidang sains dan pedagogik.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak di antaranya melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Direktur GTK Madrasah Suyitno didampingi Konsultan Program Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Abdul Munir mengunjungi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Kamis (8/2).  Ia diterima oleh Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Mior Harris Bin Mior Harun.

“Kunjungan ini dalam rangka menjajaki kerja sama antara Direktorat GTK Madrasah dengan Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia dalam peningkatan mutu guru madrasah, terutama dalam bidang sains dan pedagogik,” ujar Suyitno di Jakarta, Kamis (8/2) sebagaimana dilansir kemenag.go.id.

Dikatakan Suyitno, bentuk kerja sama ini bisa dilakukan dalam bentuk training of trainer dan source course di beberapa universitas di Malaysia yang mempunyai keahlian terutama dalam bidang saintifik dan pedegogik.

“Selain itu bisa juga dengan cara memanggil tim expert dari Malaysia untuk melakukan training di Indonesia,” ucapnya.

Direncanakan dalam kerja sama ini, Direktorat GTKM akan mengirimkan sekitar 50 peserta yang akan dilakukan training sebagai calon trainer untuk pengembagan kompetensi guru madrasah.

“Rencananya tahap awal akan kita kirim 50 peserta sebagai calon trainer,” imbuh Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang.

Untuk mendukung kerjasama ini, lanjut Suyitno, akan dilakukan pendataan awal, khususnya bagi guru yang selama ini telah disiapkan sebagai master teacher dalam PPKB. (Red: Abdullah Alawi)