::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Tingkatkan Kemandirian, Muallimin Weleri Bangun Pertokoan

Sabtu, 10 Februari 2018 07:00 Daerah

Bagikan

Tingkatkan Kemandirian, Muallimin Weleri Bangun Pertokoan
Doa bersama pada peletakan batu pertama pembangunan toko Muallimin Weleri
Kendal, NU Online
Yayasan Muallimin NU Weleri, Kabupaten Kendal memulai proses pembangunan kompleks pertokoan dalam rangka, ditandai dengan peletakan batu pertama doa bersama, Ahad (4/2).

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (BP3MNU) Mu’allimin NU Weleri KH Khaerudin mengatakan rencana pembangunan ini telah dimusyawarahkan dan disepakati oleh segenap pengurus.

Pembangunan tersebut sebagai upaya mengembangkan pendidikan, kesejahteraan, dan kemandirian pegawai dan karyawan, serta warga sekitar. 

"Pendirian pertokoan nantinya dapat dimanfaatkan oleh pegawai maupun warga NU di sekitar yayasan untuk menggerakkan roda perekonomian warga," kata Kiai Khaerudin.

Estimasi waktu pengerjaan bangunan sekitar empat bulan, namun beberapa pegawai maupun warga sekitar sudah menghubungi pihak yayasan untuk permohonan sewa toko.

Rais Syuriyah MWCNU Welerei KH Fahrur Qosidi yang memimpin doa bersama pada peletakan batu pertama pembangunan, mengatakan sangat mengapresiasi terobosan kemandirian dan pemanfaatan peluang ekonomi yang dilakukan oleh Yayasan Muallimin NU Weleri.

“Dengan jumlah sekitar 1200 siswa, potensi ekonomi yang akan muncul dari pembangunan pertokoan ini akan sangat luar biasa," kata dia.

Adanya kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan toko tersebut, nantinya diharapkan bukan hanya keuntungan atau laba saja yang harus dipikirkan, tetapi juga keberkahan dan kemaslahatan bagi karyawan maupun warga NU di sekitar yayasan.

"Tentu (keberkahan dan kemaslahatan) menjadi muara yang tak boleh diabaikan,” pungkas Kiai Fahrur. (Muhammad Kridaanto/Kendi Setiawan)