::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Digaji Kecil, Guru TPQ Berperan Penting Cetak Generasi Berkualitas

Senin, 12 Februari 2018 05:00 Daerah

Bagikan

Digaji Kecil, Guru TPQ Berperan Penting Cetak Generasi Berkualitas
Tangerang Selatan, NU Online
Memperingati Maulid Nabi Muhammad, Forum Guru Taman Pendidikan Al-Quran (FGTPQ) Kecamatan Pamulang, Ahad (11/2) menggelar lomba ke Al-Qur'an-an untuk semua guru TPQ se-Pamulang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh FGTPQ Pamulang ini selain sebagai bentuk momen ajang kompetisi juga untuk memperat tali silaturahim semua guru TPQ, yang meluruskan visi misi menjadi guru ngaji dengan landasan ikhlas mengajar.

Dalam acara tersebut, panitia sengaja mendapuk salah satu guru sepuh untuk memberikan motivasi mental kepada para guru ngaji.

"Menjadi guru TPQ memang banyak tantangan, meskipun gajinya 2 juta yang dihilangkan angka nolnya," papar guru yang tidak disebutkan namanya.

Artinya, guru TPQ meskipun hanya digaji 200 ribu rupiah per bulan pun memiliki peran penting untuk mencetak generasi bangsa memiliki pengetahuan ilmu agama Islam.

Acara juga dimeriahkan dengan sejumlah kompetisi ilmiah seputar ilmu Al-Qur'an dan hafalan Al-Qur'an di antaranya meliputi cabang MHQ, Tilawah, Kaligrafi, Shalawat, dan Cerdas Cermat.

Meskipun persaingan sengit terjadi, hal itu tidak menjadi aral bagi delegasi kelompok Taman Pendidikan Al-Qur'an As-Saadah Pamulang Timur. Lembaga TPQ yang dikepalai oleh Nurul Shofa itu berhasil menyabet 2 gelar juara sekaligus yairu di cabang MHQ (Musabaqah Hifzil Quran) dan cabang Cerdas Cermat. 

Di bidang MHQ, Nor Ifa Fashihah ditandangkan sebagai delegasi dengan hasil  sangat memuaskan, karena sukses meraih juara dua meskipun harus ikut pada dua cabang pemenangan.

Ifa tidak menampik jika dalam bidang cerdas cermat ia sempat tidak percaya diri karena harus mengalahkan banyak anggota yang terlihat lebih siap dibanding timnya, meliputi Binti dan Safa. Namun, lain halnya saat ia seorang diri menjadi delegasi MHQ, yang ia pandang sebagai cabang yang biasa tetapi juga perlu kesiapan.

Bagi guru satu anak itu, kompetisi semacam ini memang perlu diadakan, paling tidak setahun sekali. Karena ada beberapa poin yang bisa dipetik. Di antaranya bisa meningkatkan kualitas akademik guru ngaji di Tangsel. (Red: Kendi Setiawan)