::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Puluhan Siswa BLK Lotim Praktik Kerja di Hotel NTB

Selasa, 13 Februari 2018 11:15 Nasional

Bagikan

Puluhan Siswa BLK Lotim Praktik Kerja di Hotel NTB
Lombok, NU Online
Sebanyak 33 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) perhotelan jurusan Front Office di Balai Latihan Kerja Lombok Timur (BLK Lotim) menjalani uji praktik sebagai resepsionis.

Praktik yang dipandu oleh Yophie Susanto dan Ayu Widyaningsih selaku instruktur BLK Lotim ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk menjalani on the job training langsung di beberapa hotel kawasan Nusa Tenggara Barat. 

”Ini semua untuk membiasakan siswa saat mereka nanti terjun di dunia kerja, yakni di industri perhotelan,” ujar Ayu di BLK Lotim, Senin (12/2).

Ayu mengungkapkan, front office merupakan bagian kantor hotel yang melaksanakan semua urusan pendaftaran dan penempatan kamar untuk tamu, pemesanan kamar, pembayaran rekening, dan bertindak sebagai sumber informasi kepada para tamu.

Oleh karena itu, seorang front office harus mampu mampu berkerja dan bertanggungjawab kepada front office manager secara profesional. 

"Mengingat begitu tertatanya sistem kerja di front office suatu hotel, maka kemampuan berkomunikasi antarpersonal menjadi salah satu tolok ukur bagaimana kinerja sebuah hotel dalam menyambut tamu yang akan check in maupun check out," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Ayu, peserta didik harus mampu berkomunikasi dengan baik. Para siswa juga diajarkan bagaimana mengisi aplikasi room reservation yang benar sesuai dengan standar industri.

"Jadi aplikasi yang tersaji di dalam formulir itu juga menggunakan bahasa Inggris," imbuh Ayu.

Untuk diketahui, BLK Lotim melakukan peningkatan akses dan mutu pelatihan kerja untuk mememenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri pariwisata. Hal ini sejalan dengan diresmikannya Kuta Mandalalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. (Red: Kendi Setiawan)