::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Shalawatan Rutin, Cara Pelajar NU Peterongan Kurangi Kenakalan Remaja

Rabu, 14 Februari 2018 08:15 Daerah

Bagikan

Shalawatan Rutin, Cara Pelajar NU Peterongan Kurangi Kenakalan Remaja
Jombang, NU Online
Sejumlah ikhtiar dilakukan agar generasi muda khususnya pelajar memiliki aktivitas positif. Lewat kegiatan rutin shalawatan, pelajar NU di kawasan ini mengajak anak muda untuk cinta kepada Nabi dan mengisi malam dengan kegiatan berguna.

Hal ini dibenarkan Muhammad Arif Rahman Hakim yang terus mengawal kegiatan jam’iyah diba. “Ada yang menamakan diri dengan Jabatan atau Jam'iyah Diba Tanjunggunung yang digagas IPNU dan IPPNU Desa Tanjunggunung,” kata Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) Peterongan Jombang ini, Selasa (13/2). 

Melalui departemen dakwah, Jabatan merupakan wadah bershalawat khusus bagi remaja Desa Tanjunggunung, terutama yang telah bergabung dengan IPNU serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama atau IPPNUsetempat.

“Kalau di tingkat Kecamatan Peterongan ada juga Banter atau Dibaan Muter yang dilaksanakan dua minggu sekali,” terangnya. Sedangkan kalau di tingkat Pimpinan Cabang IPNU ada Jumat Bahagia yang dilaksanakan setiap pekan. 

Dalam pandangan Arif, seluruh kegiatan rutin tersebut sebagai bentuk gerakan bershalawat yang dilakukan IPNU dan IPPNU mulai lingkup pimpinan cabang hingga kepengurusan di tingkat ranting yang menggunakan nama unik sesuai selera kawasan masing-masing. 

“Sedangkan tujuan utama dari acara ini tidak lain membumikan shalawat di kalangan remaja terutama pelajar,” tandasnya. Sehingga diharapkan tertanam dalam diri mereka rasa cinta pada Nabi Muhammad SAW dan akhirnya tergerak untuk mencontoh semua teladan baik atau uswatun hasanah yang telah tuliskan dalam tinta sejarah, lanjutnya. 

Tidak berhenti pada seremonial, kegiatan shalawat rutin juga muncul sebagai bentuk antisipasi atas kenakalan remaja di masa sekarang. “Diharapkan dengan adanya acara seperti ini kenakalan remaja dan pelajar di tingkat desa hingga tingkat yang lebih tinggi bisa diminimalisir,” katanya. 

Hal positif benar-benar dirasakan hingga kini. “Alhamdulillah dengan kegiatan shalawat, sudah banyak remaja yang dulunya gemar begadang di pinggir jalan dan sejenisnya akhirnya sedikit demi sedikit berubah serta mulai rutin shalawatan dan berperilaku baik,” tandasnya. 

Para peserta pertemuan ini beragam. Dari mulai pelajar tingkat ibtidaiyah maupun sekolah dasar hingga mereka yang tengah menempuh pendidikan di kampus atau kuliah. “Kita berbaur tanpa dibedakan dengan tingkat pendidikan,” jelasnya.

Selama kegiatan, peserta dan anggota membaca shalawat dengan diiringi hadrah Al-Banjari. “Bila ada tokoh MWCNU Peterongan yang hadir, maka kegiatan ditambah dengan pemberian mauidhah hasanah,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi