::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Umat Islam Jember Gelar Aksi Tolak LGBT

Rabu, 14 Februari 2018 20:04 Daerah

Bagikan

Umat Islam Jember Gelar Aksi Tolak LGBT
Jember, NU Online
Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Umat Islam Jember menggelar unjuk rasa di halaman gedung DPRD Jember, Rabu (14/2). 

Dalam aksi tersebut, mereka menolak wacana dilegalkannya LGBT. Sebab, menurut mereka, jika LGBT benar-benar dilegalkan di negeri ini, itu berarti membiarkan kemaksiatan merajalela.

"Kami tidak ingin itu terjadi. Sebab, LGBT tidak hanya dosa besar, tapi juga melahirkan berbagai penyakit," jelas Ustadz Faizin Hasbi di hadapan pimpinan Komisi D DPRD Jember.

Oleh karena itu, ia meminta agar DPRD Jember membantu menyampaikan penolakan tersebut kepada DPR RI selaku pembuat Undang-Undang 

"Tujuan kami satu, menolak LGBT. Dan mohon kiranya suara kami disampaikan(ke DPR RI)," lanjutnya.

Harapan serupa juga disampaikan Lora Bais Kholili. Putra tokoh NU, KH Kholili Misbah itu mengaku khawatir bahwa DPR RI kelak terkontaminasi oleh dorongan segelintir orang yang punya kekuatan finansial, sehingga LGBT benar-benar dilegalkan. 

"Kami tidak rela Indonesia dicemari oleh LGBT. Kami juga tak rela di Jember LGBT berkembang. Kalau memungkinkan, coba DPRD Jember buat Perda soal LGBT,” jelasnya.

Menanggapi itu, anggota Komisi D DPRD Jember, Alvian Andri Wijaya, menyatakan sepakat untuk menolak LGBT. 

Menurutnya, mencegah terjadinya kemaksiatan adalah tanggungjawab bersama. Namun ia mengingatkan bahwa penolakan LGBT bukan pada orangnya tapi prilakunya. 

Perbuatannya harus diperangi, sedangkan orangnya, perlu dibina atau direhabilitasi dan sebagainya.

"Seperti disampaikan Prof. Mahfud MMD, prilakunya yang harus ditolak," tegasnya. (Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)