::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kian Berumur, NU Semakin Menarik dan Diperhitungkan Dunia

Kamis, 15 Februari 2018 07:30 Daerah

Bagikan

Kian Berumur, NU Semakin Menarik dan Diperhitungkan Dunia
Subang, NU Online
Berdasarkan kalender masehi, Nahdlatul Ulama sudah berusia 92 tahun. Dan jika berkaca kepada usia manusia, mungkin NU sudah seperti kakek atau nenek yang keriput dan ompong serta tidak menarik. Namun ternyata kesan tersebut tidak berlaku sebab semakin bertambahnya usia, NU malah semakin menarik bahkan diperhitungkan dunia.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat dalam sambutannya pada acara peringatan hari lahir atau Harlah ke-92 NU yang digelar di halaman kantor setempat, Rabu (14/2).

"Sekarang orang Barat melirik NU sebab bisa membuktikan kepada dunia bahwa Islam bukan teroris, tidak radikal,” kata KH Musyfiq. Sebaliknya bahwa Islam adalah agama sejuk dan damai. Dan dengan adanya NU, apa yang mereka sangka tentang Islam sebenarnya salah, lanjut Pengasuh Pesantren Attawazun tersebut.

Saat ini hampir setiap hari orang luar negeri datang ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  untuk mengetahui nilai dan ajaran Islam yang diusung NU. “Bahkan ada seorang sutradara dari Italia yang ingin membuat film Islam Nusantara lantaran terkesima toleransi umat Islam di Indonesia,” tandasnya. Dan film tersebut akan diputar di Eropa dan di Amerika.

"Ketika sutradara Italia ini berkunjung ke Baduy dan Borobudur, dia melihat penganut agama lain yang jadi minoritas ternyata bisa hidup berdampingan dengan umat Islam. Inilah salah satu nilai Islam Nusantara yang diusung NU," jelasnya di hadapan hadirin.

Pada kesempatan twersebut, Kiai Musyfiq juga menyampaikan dua amanat PBNU yang harus dipegang warga. Pertama, amanat diniyah yaitu warga NU harus berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Wal Jama'ah Annahdliyah. “Dan kedua adalah amanat wathaniyah yaitu warga NU harus tetap menjaga dan mempertahankan NKRI karena sudah final,” pesannya..

Turut hadir pada kegiatan ini, KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PWNU Jawa Barat, KH Khoerul Anam, Ketua PCNU Cianjur, Zastrow Al-Ngatawi, SKPD Kabupaten Subang serta pengurus dan warga NU Kabupaten Subang. (Aiz Luthfi/Ibnu Nawawi)