::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Di Instika Sumenep, Kiai Ma'ruf Amin Isi Halaqah Ulama Pesantren

Kamis, 15 Februari 2018 09:00 Nasional

Bagikan

Di Instika Sumenep, Kiai Ma'ruf Amin Isi Halaqah Ulama Pesantren

Sumenep, NU Online

Rais 'Aam PBNU, Prof Dr KH Ma'ruf Amin akan menjadi narasumber pada Halaqah Ulama Pesantren se-Kabupaten Sumenep, Jumat (16/2). Kegiatan yang diselenggarakan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Sumenep tersebut akan berlangsung di Aula Asy-Syarqawi Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk, Sumenep.


Acara yang dapat diikuti berbagai kalangan dan terbuka khususnya dipersembahkan kepada kalangan nahdliyin dan masyarakat umum ini. Hal tersebut dilakukan lantaran kini kian marak organisasi transnasional di Indonesia yang mulai menyentuh warga pesantren.


Ketua PCNU Sumenep, KH Pandji Taufiq menegaskan, halaqah sangat penting guna menguatkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah atau Aswaja dan tradisi pesantren. “Melalui acara ini nanti dapat diketengahkan optimalisasi peran pesantren dalam penguatan nilai dan tradisinya,” katanya, Kamis (15/2).


Halaqah ini juga dihadiri sejumlah pengasuh dan perwakilan santri dari ratusan pesantren di wilayah Sumenep. “Mereka bakal menguatkan strategi menginternalisasi Aswaja di tengah terpaan organisasi yang berhaluan garis keras dan kerjaannya hanya bikin gaduh umat,” katanya.


"Acara halaqah dengan menghadirkan narasumber terpercaya seperti ini penting ditradisikan. Sebab, saya pernah mendapati salah satu lembaga pendidikan pesantren di salah satu MWCNU tidak mengenal gambar tokoh NU," tandas Kiai Taufiq.


Diterangkan, fakta tersebut tentu memprihatinkan. Itu mengingat para tokoh dan ulama NU merupakan garda terdepan perjuangan Aswaja di negeri ini.


"Kita berdoa kepada Allah sembari berikhtiar terus agar spirit Aswaja terus mengkristal di tubuh semua kalangan umat, termasuk di lingkungan para pemuda," tukasnya. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)